Dansektor 21 Dampingi Tim BPKP Jabar Tinjauan Lapangan

Tim BPKP Jabar dan Satgas Sektor 21 Tinjau IPAL PT Kamarga Kurnia, Jumat (22/11/19).
CIMAHI, faktabandungraya.com,--- Dansektor 21 dampingi tim BPKP Jabar lakukan kunjungan lapangan di beberapa titik lokasi, mulai dari kunjungan 2 perusahaan tekstil di wilayah Susbektor 21-13, yakni PT Kamarga Kurnia dan PT Sansan Saudaratex, serta monitoring incenerator tingkat RW, juga memantau proses pembuatan Septictank Komunal di wilayah Subsektor 21-14 Cimahi selatan.

Tim BPKP dan Dansektor 21 beserta jajaran satgas sektor 21 meninjau progres Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di PT Kamarga dan PT Sansan Saudaratex Jaya. Didampingi oleh pihak pabrik masing-masing, Tim BPKP dan Satgas mengecek mulai dari awal Inlet air limbah, pengolahan Biologi, Kimia, Fisika, hingga titik efluent (bak akhir pengolahan).

Mewakili BPKP Propinsi Jabar, Safarus Rahimansyah menjelaskan bahwa kedatangannya untuk menjalankan tugas memonitoring dan mengevaluasi kegiatan dan rencana aksi yang dilaksanakan oleh satgas sektor citarum. "Khusus untuk sektor 21, kita fokus ke limbah industri, tadi kita juga sudah memeriksa administrasi, dan sekarang kita lihat fisiknya," ungkapnya.

Untuk itu pihaknya ingin memastikan dengan melakukan kunjungan lapangan, "apa yang sudah dilaporkan dansektor 21 ini benar benar sesuai dengan apa yang di lapangan," ujarnya.

Jadi intinya, kata Safarus, tujuannya hanya untuk mengevaluasi dan akan melaporkan ke pusat. "Termasuk renaksi yang direncanakan oleh sektor 21 ini apa, apa betul dilaksanakan, kalaupun tidak, hambatannya apa, berarti kita carikan solusi bersama," tuturnya.

Untuk sementara ini, lanjutnya, apa yang kami lihat di lapangan, rencana yang telah dibuat oleh satgas citarum sektor 21, itu sudah sesuai dengan rencana yang ditargetkan, misalnya penanganan limbah industri bagaimana, termasuk sampah juga," tandasnya.

Sementara, Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat menegaskan bahwa apa yang ditulis dalam laporan dengan apa yang ada di lapangan benar benar sesuai, "tidak ada rekayasa, tidak ada penambahan penambahan, sesuai dengan apa adanya," tegasnya.

"Mudah mudahan dengan kegiatan ini, citarum harum tetap berjalan sesuai dengan tujuannya, kita berharap 2024 sudah klir (clear) semua air (sungai) yang bisa digunakan masyarakat," harapnya. (Cuy).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.