Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Komisi V DPRD Jabar Tinjau SMA Negeri 3 Jonggol dan SMA Negeri 1 Kemang

Kamis, 12 Februari 2026 | 23:49 WIB Last Updated 2026-02-12T16:49:30Z
Klik
Komisi V DPRD Jabar meninjau SMAN 3 Jonggol dan SMAN 1 Kemang

 
BOGOR, FAKTABANDUNGRAYA,--- Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dorong percepatan pemenuhan fasilitas yang masih kurang di SMA Negeri 3 Jonggol dan SMA Negeri 1 Kemang Kabupaten Bogor. Hal itu untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal. Selain itu, dalam rangka monitoring perkembangan Unit Sekolah Baru (USB) sekaligus meninjau kondisi sarana prasarana serta ketersediaan tenaga pendidik.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Dede Candra Sasmita menyampaikan, secara umum pembangunan fisik kedua sekolah sudah berjalan baik dan sesuai perencanaan. Namun, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu segera ditangani.

“Secara fisik bangunan sudah cukup baik dan sesuai harapan. Namun masih menemukan adanya kekurangan guru tetap, sehingga operasional sekolah belum sepenuhnya mandiri. Hal ini tentu harus segera menjadi prioritas,” ujar Dede. Kamis (12/2/2026)

Dede menjelaskan, SMA Negeri 1 Kemang masih bergantung pada tenaga pendidik dari SMA Negeri 1 Parung. Kondisi yang dinilai kurang ideal karena dapat mempengaruhi efektivitas administrasi dan kegiatan belajar mengajar. Selain itu, SMA Negeri 3 Jonggol di atas lahan 1 hektare dan SMA Negeri 1 Kemang seluas 6.500 meter persegi, hingga kini belum memiliki pagar keliling, sehingga menjadi sorotan.

“Ketiadaan pagar menjadi perhatian serius karena menyangkut aspek keamanan dan kenyamanan siswa. Kami mendorong Dinas Pendidikan agar mengalokasikan anggaran pembangunan pagar keliling dan menargetkan penyelesaiannya pada tahun ini,” tegasnya.

Bukan hanya itu, kata Dede, Komisi V mencatat fasilitas penunjang di kedua sekolah belum terpenuhi secara optimal, terutama laboratorium komputer yang membutuhkan sedikitnya 36 unit komputer serta perpustakaan yang masih terbatas sehingga perlu segera dilengkapi.

“Kami ingin sekolah tidak hanya berdiri secara fisik, tapi fasilitas belajar seperti laboratorium komputer dan perpustakaan segera dimaksimalkan agar siswa mendapat pendidikan berkualitas,” katanya.

Dede juga menilai, kedua sekolah belum memiliki masjid atau ruang ibadah. Sehingga kegiatan ibadah masih menggunakan ruang kelas yang dinilai kurang ideal. Sementara itu, percepatan rekrutmen guru tetap serta pemenuhan sarana, termasuk 36 unit komputer, buku perpustakaan, pembangunan masjid, dan pagar keliling, menjadi prioritas tahun ini.

“Kami akan terus mengawal agar seluruh rekomendasi terealisasi, sehingga unit sekolah baru ini mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya.(*/red).

 

×
Berita Terbaru Update