Tak Hanya Warga, Ormas Juga Hadiri Sosialisasi Citarum Sektor 11 di Desa Mekarwangi

HAURWANGI, faktabandungraya.com,--- Setelah melaksanakan sosialiasi program Citarum Harum di lingkungan sekolah, Satgas Citarum Sektor 11 kembali menggelar sosialisasi di lingkungan warga di wilayah Kompi 2, tepatnya digelar di Aula desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Sabtu (30/11/19).

Pada kegiatan sosialisasi kali ini, bukan hanya dihadiri oleh perangkat desa perwakilan pengurus RW dan RT, tapi juga dihadiri oleh berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ada di Kecamatan Haurwangi, diantaranya Pemuda Pancasila, FKPPI, juga komunitas lokal CBC (Club Biker Cianjur).

Mewakili Dansektor 11 Kol Caj Firman Aidil, Danramil Bojongpicung yang juga selaku komandan Kompi 2 Satgas Citarum Sektor 11 Kapt Arm Suhardi,SE menjelaskan kepada warga yang hadir tentang kondisi DAS Citarum sebelum TNI diterjunkan membenahi ekosistem sungai melalui amanah Perpres No 15 Tahun 2018, program percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum, seperti yang lebih dikenal dengan sebutan program Citarum Harum.

Di hadapan puluhan warga dan anggota ormas, Kapt Suhardi menyampaikan bahwa program citarum harum tidak akan berhasil tanpa dukungan semua stakeholder terkait dan masyarakat Jawa Barat, termasuk organisasi masyarakat, khususnya yang ada di wilayah DAS Citarum. Secara struktural program ini merupakan program pemerintah pusat, Menko Kemaritiman dan Investasi bertugas sebagai tim pengarah program, dan Gubernur Jabar sebagai Komandan Satgas (Dansatgas). Serta, didukung oleh 18 kementerian.

"Program ini ditargetkan selama 7 tahun, hingga tahun 2025. Untuk itu, program ini tak akan berhasil jika kita semua sebagai masyarakat jawa barat berkomitmen merubah perilaku peduli terhadap lingkungan, mulai dari diri sendiri, keluarga hingga lingkungan desa," tutur Kapten Suhardi.

Khusus desa yang ada di Kecamatan Haurwangi yang masuk wilayah Sektor 11, saat ini Satgas Sektor 11 terus berupaya melaksanakan pembenahan ekosistem sungai dari berbagai pencemaran, diantaranya, pencemaran limbah domestik (sampah rumah tangga), pencemaran eceng gondok, sedimentasi, hingga permasalahan sanitasi warga.

"Untuk tahun ini, di wilayah kecamatan haurwangi tengah dibangun 6 unit ipal (septictank) komunal. Kedepan agar di tiap desa dapat menyediakan lahan agar bisa dibangun kembali ipal komunal maupun sanitasi massal dari pemerintah demi kebaikan dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat," harapnya. (Cuy).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.