Air Limbah Meluber Ke Jalan, Satgas Sektor 21 Bertindak Cepat


BANDUNG, faktabandungraya.com,--- Jajaran Satgas Citarum Sektor 21 bergerak cepat merespon peristiwa yang terjadi pada Rabu malam (25/12/19), adanya dugaan luberan air limbah yang menggenangi di Jalan M. Toha, tepatnya di KM 6,5 Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. 

Kamis pagi, (26/12/19), Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat melalui Pasi Ops Letda Saniyo bersama anggota Satgas Subsektor 21-5 Cikapundung mengecek ke lokasi terjadinya luberan air limbah semalam. Guna mencari sumber penyebab, menghimpun keterangan lapangan, dan melakukan solusi agar tidak terjadi lagi peristiwa yang sama di kemudian hari.

Setelah melakukan pengecekan dan meminta keterangan dari manajemen pabrik terdekat di sekitar lokasi yakni PT Hakatex, dan perwakilan IPAL komunal MCAB sebagai pihak yang menampung air limbah bagi puluhan industri yang ada di wilayah Jalan Raya Moh Toha dan Cisirung. 

Satgas Sektor 21 mendapatkan kesimpulan bahwa titik sebab luberan itu berasal dari Main Hole (Bak Kontrol) pipa instalasi IPAL Komunal milik PT MCAB yang tepat berada di depan PT Hakatex.


"Setelah kita cek bersama sama dengan tim dari mcab, dari perusahaan hakatex, menurut keterangan dari pihak perusahaan maupun pihak mcab bahwa mainhole atau bak kontrol saluran pipa mcab over capacity atau penuh sehingga menyebabkan peluberan ke jalan," tutur Letda Saniyo.

Tak menunggu lama, Satgas Sektor 21 mengkoordinasikan antara PT MCAB sebagai pihak yang berwenang atas bak kontrol dan PT Hakatex untuk segera melakukan upaya perbaikan agar kejadian ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Solusinya dari pihak mcab dibantu oleh pihak perusahaan hakatex, akan membongkar dan memperbaiki bak kontrol agar tidak terjadi luberan lagi, hari ini langsung kita perbaiki," tegasnya.

Sementara, Agan selaku Kepala Utility dari PT Hakatex mengatakan bahwa pihak perusahaan telah memperbaharui saluran pipa yang terhubung ke MCAB sejak satu tahun lalu.

"Instalasi pipa saluran yang tadinya berada di bawah tanah sudah dinaikan ke atas, tujuannya supaya transparan," ujarnya.

Saluran lama yang ada di bawah tanah sudah dilakukan pemotongan, "yang motong itu bukan kita (perusahaan) tapi bareng bareng dengan mcab supaya jelas kelihatan," imbuhnya.

"Di instalasi yang baru, kita juga sudah pasang meteran, meteran yang dipasang juga atas persetujuan dari mcab. Terus instalasi sebelum kita lakukan harus ada persetujuan dari mcab, untuk pake ini, pake itu, pake pompa dan sebagainya sudah persetujuan mcab," jelasnya.


Di tempat yang sama, Bana mewakili PT MCAB menjelaskan bahwa sebenarnya titik mainhole yang berada di depan PT Hakatex merupakan mainhole terlemah dari seluruh mainhole penghubung antara MCAB dan industri. Karena pipa saluran limbah dari PT Hakatex yang berada di dalam mainhole posisinya menggantung, tidak menempel langsung ke saluran MCAB.

"Kita sedang tangani dengan cara menyambung pipa yang menggantung dengan pipa sambung dan dicor," ujarnya.

"Mudah mudahan ini salahsatu penanganan terbaik, agar tidak keluar lagi ke lingkungan umum," harapnya (cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.