Penanganan Covid-19, Social Distancing Tak Berlaku di Jabar !!!

Oleh : H.Daddy Rohanady ,  (Anggota DPRD Provinsi Jabar)


CIREBON, --- Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat, H.Daddy Rohanady angkat bicara terkait rencana Pemprov Jabar akan menggelar test massal melalui metode Rapid Test Covid-19 pada Selasa-Rabu (24-25/3/2020) untuk warga Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang.

Rencana kegiatan test massal dengan metode Rapid Test, disampaikan langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meminjau persiapan dan kesiapan pelaksanaan Rapid Test di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Minggu (22/3-2020).

Menurut, Daddy Rohanady, langkah yang ditempuh Pemprov Jabar dalam pencegahan Covid-19 dengan cara mengumpulkan massa untuk dilakukan Rapid Test Covid-19 merupakan salah besar. Apalagi rencana kegiatan Rapid Test Covid-19, akan digelar di tiga stadion.

Ia menyampaikan penilaian tersebut ketika dimintai tanggapannya tentang rencana pengumpulan masyarakat di tiga stadion yang akan digelar pada Selasa-Rabu (24-25 Maret 2020).

"Langkah tersebut bisa fatal akibatnya. Jangan-jangan masyarakat yang ketika berangkat masih sehat walafiat, justru setelah pulang malah jadi positif tertular corona. Hal itu bukan tidak mungkin. Bisa jadi di antara mereka yang berkumpul itu adalah /carier/ sehingga lantas menularkan kepada mereka yang awalnya sehat," ujar politisi Gerindra asal dapil Cirebon-Indramayu.

Langkah pengumpulan masa dalam jumlah banyak tersebut memang sangat berpotensi menyebabkan terjadinya penularan. Betapa tidak, dengan jumlah orang sekian banyak, tidak mungkin lantas orang menjaga jarak minimal satu meter. Padahal, pemerintah sudah menegaskan bahwa salah satu cara untuk meminimalisir penularan Covid-19 adalah dengan cara menjaga jarak (/social distancing/).

"Apakah ketika ada begitu banyak orang di sebuah stadion, masyarakan masih bisa menjaga jarak?" tanyanya retoris.

Pengumpulan orang di stadion juga, menurut Daddy, merupakan langkah paradoks dengan kebijakan pemerintah. Bahkan, lanhkah tersebut juga bertentangan dengan langkah di berbagai negara yang justru menempuh /lockdown/ seperti yang dilakukan di sebagian Italia dan terakhir di New York.

"Jadi, menurut saya, mengumpulkan masyarakat di stadion merupakan langkah yang sangat kontra produktif dengan penanggulangan Covid-19. Risikonya terlalu berat," lanjut Daddy.

Lantas, apakah Pemprov Jabar akan tetap merealisasikan rencana tersebut? (*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.