Atasi Lahan Kritis Citarum, BPDASHL Citarum-Ciliwung Suplay dan Tanam Bibit Pohon di Kab. Bandung dan Bandung Barat

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum-Ciliwung akan terus berupanya mengatasi lahan kritis di kawasan DAS Citarum, dengan melakukan rehabilitasi hutan dan lahan disepanjang DAS Citarum, terutama di daerah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Peran dan andil pihak BPDASHL Citarum-Ciliwung dalam mensukseskan program Citarum Harum cukup besar, bahkan puluhan ribu bibit tanaman keras dan tanaman produktif yang ditanam dan disebar diseluruh kawasan Kabupaten bandung dan Bandung Barat, semua di supalai oleh pihak BPDASHL Citarum-Ciliwung.

“ Saya mendukung dan mengapresiasi atas langkah-langkah dan upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh BPDASHL Citarum Ciliwung dalam menanggulangi dan mengatasi lahan kritis di wilayah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat”, ujar Ketua Ketua LSM Soroti Lingkungan Hidup dan Korupsi (Solusi) Kabupaten Bandung Kalam Setepu Minggu (12/4-2020).

Dikatakan, dalam mengatasi lahan kritis dan gundul, memang tidak segampang membalikkan telapak tangan. Membutuhkan waktu lama. Jadi kalaupun beberapa waktu lalu di Kabupaten Bandung masih terjadi banjir dan tanah longsor, hal ini cukup wajar karena tingkat kekritisan lahan di Kab. Bandung mamang sudah cukup parah.

Namun, insya Allah, kalau semua lahan kritis sudah ditanami kembali/ rahabilitasi, dan masyarakat perembah hutan tidak lagi kembali kehutan dan bahkan turut memelihara pohon-pohon yang ditanami dipelihara dan tumbuh subur, tentunya dapat mengurangi bencana alam terutama di kawasan Kab. Bandung dan Bandung Barat, ujar Setepu.

Lebih lanjut Setepu mengatakan, pemulihan DAS Citarum, bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat terutama masyarakat yang semala ini menjadi perembah hutan. Disinilah kita bersama-sama harus saling mengingatkan dan menyadarkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Bukan semata pemerintah dalam hal ini BPDASHL Citarum-Ciliwung.

‘Kenapa tadi LSM Solusi mendukung mengapresiasi langkah yang dilakukan BPDASHL Citarum Ciliwung, karena selama ini kita tahu bahwa, BPDASHL Citarum-Cliwung telah berupaya dalam menyelesaikan sengkarut persoalan Citarum sejak lama”, ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa DAS Citarum adalah salah satu dari 15 DAS prioritas nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Sehingga baginya sangat penting dilakukan upaya pembenahan, baik dengan melibatkan pendekatan struktural maupun nonstruktural.

Sepengetahuan kami, bahwa pada tahun 2020 ini, BPDAS Citarum-Ciliwung telah berupaya melakukan mengihijauan/reboisasi disepanjang Das Citarum dengan melakukan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan seluas 1.250 di wilayah propinsi Jawa Barat serta diskusi dan koordinasi bersama para pihak terkait guna menyelaraskan aksi dengan kondisi di lapangan.

Sekali lagi, kami katakan, bahwa tidak muda mengembalikan lahan kritis menjadi hijau kembali, membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini karena tingkat kritis dikawasan Citarum sudah cukup parah mengalami kerusakan dan pencemaran yang berat sejak puluhan dekade, ditambah ledakan populasi penduduk dan kawasan hutan yang tersisa hanya sekitar 15 persen dari 660.000 hektar luas DAS Citarum. Ujarnya.

“Padahal menurut UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan, luas hutan di setiap DAS seharusnya minimal 30 persen dari luas daratan. Namun demi harkat hidup jutaan masyarakat dan lingkungan DAS Citarum, tentunya dengan segala upaya kita harus bersama-sama benahi dari kerusakan yang semakin parah,” tegasnya.

Dalam penanganan tersebut, kompleksitas dan dinamika sosial turut mewarnai upaya yang tengah dilakukan dan sejumlah inisiatif untuk mengelola DAS Citarum. Anomali yang tergambar di sungai ini, lanjutnya perlu menjadi perhatian bagi seluruh pihak, bahwa pengelolaan DAS Citarum harus terintegrasi dari hulu ke hilir, tandasnya. (ahw).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.