Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Proyek Sodetan Cisangkuy Belum Selesai, Kabupaten Bandung Masih Dilanda Banjir

Kab. BANDUNG, Faktabandungraya.com,---- Hujan deras yang melanda wilayah Bandung raya pada, Selasa (31 Maret 2020), kemarin, telah menyebabkan beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung kembali dilanda banjir bandang.

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hujan kemarin memang cukup deras, sehingga menyebabkan banjir di beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung, diantara di kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang.

Masih terjadinya banjir di Kab.Bandung, karena pekerjaan proyek Sodetan Cisangkuy belum selesai dan baru akan selesai pada akhir tahun 2020. Meskipun, Curug Jompong sudah dimaksimalkan dalam memperlancar arus air, tetapi tetap tidak mampu menampung dan mempercepat arus air. Untuk itu, kita berharap semoga pekerjaan proyek Sodetan Cisangkuy cepat selesai.

Demikian dikatakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Ketua Umum Jabar Bergerak Atalia Ridtelah saat meninjau lokasi banjir Dayeuhkolot dan meninjau pengungsian warga di Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (1/4/2020).
Kalau nanti Sodetan Cisangkuy sudah selesai tentunya dapat mempercepat surutnya banjir. Namun, perlu dipahami, bahwa pekerjaan proyek konstruksi itu butuh waktu, memang masih ada kendala, kami mohon maaf. Mudah-mudahan secepatnya selesai Sodetan Cisangkuy melengkapi Curug Jompong,” ucap Kang Emil.

“Memang (proyek infrastruktur pengendali banjir) belum bisa seratus persen selesai, menunggu dua urusan lagi, Sodetan Cisangkuy dan danau baru yang ada di Kecamatan Andir yang proses tahun ini juga konstruksi,” tambahnya.

Prosedur Kesehatan COVID-19 Diterapkan

Usai meninjau lokasi banjir, Emil dan rombongan juga mengunjungi lokasi penampungan warga yang rumah terendam banjir.

Emil menjelaskan bahwa di tengah wabah COVID-19 saat ini, pengungsian para warga terdampak banjir juga diatur oleh sebuah prosedur tetap (protap), mulai dari pemberian masker hingga jarak sebesar 1-2 meter bagi pengungsi. Selain itu, akan dilakukan rapid test untuk para pengungsi di zona tertentu.

“Kepada zona-zona yang perlu diwaspadai, kami sudah mengirimkan (alat) rapid test juga untuk men-sampling pengungsi-pengungsi supaya bisa kita monitor. Kalau ternyata negatif (COVID-19) semua berarti situasi lebih aman terkendali," kata Kang Emil.

"Tapi kalau di sampling itu ada positif, tentunya segera kita lakukan tindakan kesehatan, yang artinya warga kita tarik ke unit-unit pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Dalam peninjauan ini, Kang Emil sekaligus menyerahkan bantuan logistik dari Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar.

Adapun terdapat tiga titik lokasi bagi pengungsi di Kecamatan Baleendah, yakni di shelter Parunghalang sebanyak 44 Kepala Keluarga (KK) atau 144 orang jiwa, Masjid Al Huda Andir sebanyak 44 KK atau 141 jiwa, dan Gedung BPSK Kabupaten Bandung sebanyak 69 KK atau 234 jiwa. (hms/red).



Posting Komentar

0 Komentar