Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Si Kopit Bubarkan Warga Yang Berkerumun dan Tidak Patuhi Physical Distancing

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Ditengah masih merebaknya pandemi covid-19, masyarakat dilarang untuk berkerumun, hal ini untuk menghindari menyebarnya virus corona.

Membubarkan remaja dan anak-anak yang masih tetap bermain berkerumun, Si Kopit dengan tegas namun sopan meminta mereka untuk membubarkan diri, hal ini di lakukan si Kopit di RW 11 Kelurahan Cikutra Kecamatan Cibeuying Kidul Kota Bandung.

Si Kopit bukanlah anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas). Ia adalah sebuah kostum robot karya para pemuda di RW 11 Kelurahan Cikutra Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung.

Tak hanya membubarkan kerumuman orang, Para pemuda memanfaatkan Si Kopit untuk mengedukasi warga tentang pencegahan Covid-19.

Si Kopit berkeliling setiap satu pekan 2 kali. Dengan rute ke gang-gang seputaran RW 11, seperti Jalan Cikutra dan kawasan Pasar Cikutra.

"Kalau diimbau oleh linmas sudah biasa, nah sekarang kita manfaatkan robot ini sebagai media pengimbau kepada warga," ujar Ketua RW 11, Ninuk Gagan, Kamis (7/5/2020).

Ninuk mengungkapkan, awalnya kostum robot tersebut tidak dikhususkan untuk mengimbau kepada warga. Tetapi untuk digunakan perlombaan agustusan.

"Awalnya itu kita siapakan untuk agustusan, tapi ketika ada pendemi ini ya kita manfaatkan," akunya.

Namun menurut Ninuk, sebelum pandemi, kostum robot tersebut digunakan untuk patroli Linmas kerja sama dengan Karang Taruna di sore hari.

"Sebelum pandemi, linmas bersama Karang Taruna suka patroli bareng robot," bebernya.

Tak hanya itu, robot ini pun sudah menjadi bintang film lokal yaitu film "Hope" karya komunitas film Sekewood dengan Pribadi Bilingual Boarding School Bandung.

"Dia (robot) juga pernah main film, jadi kalau saat ini dikeluarkan untuk imbauan sudah tidak canggung," ujar Ninuk.

Mengenai biaya pembuatannya, Nunik menyebut mencapai Rp2,5 juta. Sedangkan yang mengenakan kostum robot tersebut yaitu dua anggota Karang Taruna, Rifky dan Yasir. Kedua orang tersebut dipilih karena badan mereka pas dengan ukuran dalam robotnya.

"Robot ini digerakkan oleh Rifky atau Yasir, karena mereka pas badannya itu. Jadi leluasan ketika di dalam pas menggerakkannya," kata Ninuk.

Ya semoga bukan hanya warga yang mau membubarkan diri, tetapi juga virus corona yang takut dengan Si Kopit. Sehingga Covid-19 segera lenyap dari Kota Bandung. Semoga. (hms/red).

Posting Komentar

0 Komentar