Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Agam : DPRD Jabar Akan Dukung Pemekaran Wilayah Sesuai Dengan Perundang-Undangan

Anggota Komisi I H.Mirza Agam Gumay, SmHk usai diskusi dengan Aliansi Cinta Lembang (ACL)
(foto: istimewa) 
 
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Pasca disetujui dan ditandatangani tiga Calon Persiapan Daerah Otonomi Baru (CPDOB) oleh Gubernur Jabar bersama  DPRD Jabar beberapa waktu lalu, kini mencuat usulan rencana pembentukan DOB Kota Lembang, yang ingin mandiri lepas dari Kabupaten Bandung Barat (induk).

Komisi I DPRD Jawa Barat, siap mendukung dan mendorong pemekaran wilayah menjadi daerah otonomi baru (DOB), asalkan mengikuti persyaratan dan aturan yang telah digariskan dalam perundang-undangan  otonomi daerah.

Anggota Komisi I DPRD Jabar H.Mirza Agam gumay, SmHk mengatakan, mengatakan luas wilayah provinsi Jabar memang cukup luas dengan jumlah penduduk sampai saat ini terpadat di Indonesia.  Namun, bila dilihat dari jumlah daerah Kabupaten/ kota hanya berjumlah 27 Kabupaten/kota.  Untuk itu, sudah selayaknya dimekarkan menjadi beberapa daerah otonomi baru.

Namun, untuk memekarkan suatu daerah tentnya tidaklah segampang membalikkan telapak tangan. Harus mengikuti beberapa persyaratan  dan tahapan. Yang didahulukan,   dilakukan pengkajian yang mendalam, dengan memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai aspek/ sudut pandang, termasuk tinjauan para pakar, akademisi dan tokoh masyarakat.

Pembahasan dan pengkajian dimulai dari tingkat kewilayahan, naik ke tingkat kabupaten dibahas bersama DPRD Kabupaten induk. Setelah itu barulah dikirim ke Provinsi Jabar.  Nanti oleh pemprov Jabar bersama DPRD Jabar dibahas dan dikaji bersama, termasuk melakukan rapat dengan mengundang beberapa pakar, akademisi, tokoh masyarakat dan potensi  daerah yang akan dimekarkan, kata politi Partai Gerindra Jabar ini dari dearah pemilihan Jabar IV ( Kabupaten Cianjur) ini.

“ Jadi penetapan CPDOB itu, bukan hanya menyatakan sudah layak atau belum semata, tetapi harus melalui kajian secara konprehensif yang mendalam dengan mempertimbangkan segala aspek”, kata anggota Komisi I Mirza Agam Gumay saat rombongan Komisi I menghadiri undangan dari masyarakat Lembang yang tergabung dalam Aliansi Cinta Lembang (ACL) di Mesjid Al Kautsar, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (6/12/2020). 

Bahkan, kata Agam –sapaan--  tinjauan para pakar, akademik dan tokoh masyarakat tidak menjadi tolok ukur  dalam merencanakan CPDOB, harus tetap dikaji secara konprehensif. 

Kita tentunya tidak ingin daerah pemekaran menjadi permasalahan daerah induknya. Memang, sebagaimana kita ketahui bahwa Lembang merupakan salah satu pusat kota di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sehingga KBB harus banyak mempertimbangkan untuk melepaskan Lembang, ujarnya.

Agam menambahkan dalam merencanakan suatu daerah pemekaran atau CPDOB, setelah semuanya dibahas dan disetujui bersama antara pemerintah provinsi Jabar dan DPRD jabar, selanjutnya   dikonsultasikan ke pusat ke Kemendagri.

Komisi I DPRD Jabar berdiskusi dengan warga yg tergabung Aliansi Cinta Lembang (ACL)
 di Mesjid Al Kautsar, Cikole, Lembang,  (foto :istimewa)
  

Nanti dari Kemendagri dikonsultasikan ke DPR RI, untuk dibahas dan dikaji oleh Tim Kerja Pengkajian CPDOB. Setalah dinyatakan layak, pihak terkait akan menugaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) selama tiga tahun sebagai plt kepala daerah persiapan.

Politisi Gerindra Jabar ini juga menambahkan,  terkait CPDOB  tetunya pelayanan publik akan mengalami perubahan signifikan. Indikator itu akan dianalisa apakah gagal atau berhasil, ujarnya.

Selama ini, semua pemekaran daerah di Jabar, semuanya sukses. Hal itu bercermin dari kabupaten kota yang baru menjadi daerah pemekaran," ucapnya.

Dalam pembangunan Daerah Otonom Baru, tidak terlebih dahulu membangun komplek pemerintahan, tetapi membangun infrastruktur jalan, sarana kesehatan dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pelayanan terhadap masyarakat.

"Bukan gedung pemerintahannya dulu, tetapi sarana dan prasarana yang berkaitan langsung dengan pelayanan terhadap masyarakat agara dapat dirasakan langsung," tandas Agam. (adikarya/husein).