Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Atasi Banjir Baleendah, DPRD Jabar Dukung Pembangunan Kolam Retensi Andir

Hj.Iis Turniasih, Anggota Komisi IV DPD Jabar ( foto:istimewa)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Disetiap musim hujan, kawasan Baleendah dan dayeuh Kolot sudah menjadi langgananan banjir.  Untuk mengatasi banjir Baleendah dan Dayeuh Kolat Kabupaten Bandung, DPRD Jabar mendukung penuh upaya pemerintah provinsi  dalam mengatasi banjir dengan dibangunnya Kolam Retensu Andir.

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Jawa barat Hj.Iis Turniasih, dengan dibangunnya retensi Andir bersama  polder-poldernya, tentunya  bila nanti selesai, diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengendalian banjir  yang kerap kali melanda wilayah kecamatan Baleendah dan Dayeuh Kolat Kabupaten Bandung.

Dukungan DPRD Jabar khususnya Komisi IV dalam pembangunan kolam retensi Andir tersebut, semata-mata untuk kepentingan masyarakat banyak.  Karena, sebagaimana kita  ketahui  bahwa cukup banyak juga masyarakat yang tinggal dibantaran Sungai Citarum, seringkali mengalami bencana banjir jadi saya kira ini upaya yang sangat positif, yang dilakukan oleh Pemprov Jabar, kata Hj.Iis Turniasih terkait di acara Groundbreaking Proyek Pembangunan Kolam Retensi Andir dan Polder-Polder di Kabupaten Bandung, Kamis (10/12/2020).

Kehadiran kolam retensi Andir ini, selain sebagai solusi mengatasi banjir Baleendah dan Dayeuh Kolot, juga akan dapat berfungsi  untuk mendorong pemenuhan air bagi sektor pertanian dan masyarakat Kabupaten Bandung dikala musim kemarau.

Gubernur jabar didampingi DPRD Jabar melakukan Groundbreaking Kolam Retensi Andir di Kab.Bandung
 ( foto :istimewa) 
Banjir di kawasan wilayah Baleendah dan Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung tentunya tidak terlepas dari meluapnya sungai Citarum yang tidak mampu menampung derasnya ar hujan ditambah lagi menumpuknya sampah-sampah.

Ditambahkan Iis, sebanarnya pemerintah Pusat dalam membenahi kondisi Sungai Citarum untuk membalikan image sebagai  sungai terkotor di dunai menjadi sungai yang bersih dan air dapat dimulti gunakan sudah dua tahun ini dikerjakan oleh Satgas Citarum Harum  melalui Program Citarum Harum.

Jadi antara program Citarum Harum dan pembuatan Kolam Retensi memiliki korelasi yaitu sama-sama untuk mengatasi banjir.

Namun, demikian, walaupun nanti pembangunan Kolam Retensi Andir  dan polder-poldernya beres dikerjakan,  program Citarum Harum pun tuntas. Tetapi bila masyarakat terutama yang tinggal disepanjang bantaran atau di kawasan aliran anak –anak sungai Citarum, masyarakat masih saja suka membuang sampah sembarangan dan bahkan masih ada yang membuang sampah langsung ke sungai, tentunya akan menghambat aliran air dan ujung-ujungnya tetap saja terjadi banjir.

Untuk itu, mari kita sama-sama mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang, dan sering-seringlah melukan kerja bakti membersihkan solokan/ parit dari sampah, agar air cepat mengalir dan tidak terjadi banjir, himbaunya. (adikarya/husein).