Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Pecah Konsentrasi Jemaah, Wali kota Bandung Berharap Masjid Dapat Menggelar Shalat Id

Walikota Bandung ODed M Danial didampingi Wakil Walikota Yana Mulaya memberikan keterangan pers
 terkait hasil ratas soal ijin menggelar Shalat Id di Masjid-masjid (foto:humas).
BANDUNG,  Faktabandungraya.com,--- Walikota Bandung yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial berharap masjid-masjid di Kota Bandung menggelar shalat Idul Fitri 1442 Hijriah. Hal ini  untuk dapat memecah konsentrasi jemaah yang biasa melaksanakan shalat Id di lapangan atau masjid besar.

Ini merupakan upaya desentralisasi pelaksanaan salat Idulfitri. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya kerumunan.

“Hasil rapat ini yang krusial. Pertama tentang (salat) Idulfitri, tadi dibahas dan disepakati, (salat) Idulfitri dilaksanakan dengan konsep desentralisasi. Artinya semakin menyebar semakin baik. Karena jumlah jemaah yang ikut dalam salat Idulfitri akan semakin sedikit,” kata wali kota usai mengggelar Rapat Terbatas (Ratas) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Senin (10/5-2021).

Dalam kesempatan tersebut, Oded menerangkan, biasanya pelaksanaan shalat Id dilakukan di masjid atau lapangan dengan daya tampung besar agar dapat menghimpun jemaah dari beberapa masjid. Sehingga jumlah jemaahnya pun akan banyak.

Namun, tahun ini wali kota berharap, setiap masjid termasuk masjid berkapasitas kecil yang biasanya tidak melaksanakan shalat Id diimbau untuk menggelar shalat id. Bahkan sebisa mungkin shalat Id dilaksanakan hingga ke level RT atau RW.

“Di Kota Bandung ada sekitar 4.000 masjid. Biasanya shalat Idulfitri gabungan beberapa masjid di satu tempat. Sekarang, kebijakan kita shalat Idulfitri desentralisasi. Kalau pendekatannya RT, itu ada 9.000-an. Itu lebih baik,” bebernya.

Kendati mengizinkan menggelar shalat Id berjemaah, wali kota tetap mengingatkan agar setiap masjid mempersiapkannya dengan matang. “Nanti tetap harus diadakan simulasi dulu. Berkoordinasi juga dengan Satgas di level kewilayahan,” jelasnya.

Sedangkan untuk malam takbiran, ia mengimbau masyarakat tidak tidak melaksanakan takbir keliling.

Untuk pembagian zakat, wali kota mengimbau agar panitia pengelola zakat mendistribusikannya secara langsung dan lebih awal.

“Tentang pembagian zakat fitrah, biasanya bertumpuk kerumunan karena dibagikan langsung. Maka zakat fitrah sudah bisa dibagikan sebelumnya dengan harapan tidak terjadi kerumunan. Bahkan mekanismenya oleh petugas diantarkan masing-masing,” terangnya.

Guna mengantisipasi peningkatan aktivitas ziarah kubur pascasalat Id, wali kota juga sudah menugaskan para camat yang wilayahnya terdapat Tempat Pemakaman Umum (TPU) agar membuat tim khusus. Tim ini akan bertugas pengendalian masyarakat yang beraktivitas di TPU.

Wali kota juga mengingatkan agar standar protokol kesehatan harus diterapkan secara disiplin di sekitar TPU. Tak lupa juga skema pengaturan lalu lintas di wilayah sekitar TPU harus dikondisikan agar tidak terjadi kepadatan lantaran pengunjung datang secara berbarengan.

“Ziarah kubur juga yang sering berpotensi menimbulkan kerumunan orang banyak. Tadi kita meminta kepada semua aparat kewilayahan yang memiliki TPU untuk melaksanakan pengetatan pengawasan terhadap orang yang akan ziarah,” tandasnya. (hms/sein).