Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BAZNAS Salurkan Kurban dari Peternak Binaan, Gerakkan Ekonomi Desa dan Perkuat Ketahanan Pangan

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:09 WIB Last Updated 2026-05-30T04:09:00Z
Klik
BAZNAS RI salurkan hewan kurban dari peternak binaan di Kab Kuningan



KUNINGAN, FAKTABANDUNGRAYA,--- Program kurban tidak lagi sekadar menjadi sarana ibadah dan berbagi kepada sesama. Di tangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), kurban juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu menggerakkan usaha peternak desa dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Melalui Program Kurban Berkah, BAZNAS RI menyalurkan hewan kurban yang berasal dari peternak binaan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Program ini dirancang untuk memastikan manfaat kurban tidak berhenti pada proses distribusi daging kepada masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi para peternak lokal.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa kurban memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi umat. Karena itu, BAZNAS terus mendorong agar kebutuhan hewan kurban dipenuhi oleh peternak binaan yang telah mendapatkan pendampingan dan penguatan usaha.

"Kurban harus memberikan dampak yang lebih luas. Selain menjadi sarana ibadah dan berbagi, kurban juga harus mampu menggerakkan ekonomi rakyat, memperkuat peternak lokal, dan meningkatkan kesejahteraan mustahik yang telah berkembang menjadi pelaku usaha produktif," ujar Sodik.

Program Kurban Berkah menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan BAZNAS yang menghubungkan para pekurban dengan peternak binaan di berbagai daerah. Melalui dukungan permodalan berbasis zakat, pendampingan usaha, hingga peningkatan kapasitas peternak, program ini mendorong lahirnya usaha peternakan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, menjelaskan bahwa model ini menghadirkan manfaat ganda. Di satu sisi, masyarakat menerima hewan kurban yang layak dan berkualitas. Di sisi lain, peternak lokal memperoleh akses pasar yang lebih luas dan kepastian penyerapan hasil ternaknya.

"Program Kurban Berkah menunjukkan bagaimana zakat dapat menciptakan rantai manfaat yang berkelanjutan. Dampaknya tidak hanya dirasakan penerima manfaat, tetapi juga para peternak binaan yang menjadi bagian dari proses penyediaan hewan kurban," kata Zaki.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuktikan bahwa dana zakat dapat dikelola secara produktif untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan yang bersifat konsumtif.

Melalui Program Kurban Berkah, BAZNAS berharap lahir model pengelolaan kurban yang lebih berdampak, tidak hanya pada aspek sosial dan keagamaan, tetapi juga terhadap penguatan ekonomi desa. Dengan sinergi zakat, infak, sedekah, dan kurban, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak, memperluas pemberdayaan masyarakat, serta mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Keberhasilan peternak binaan memasok hewan kurban menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara produktif mampu menciptakan perubahan nyata. Dari kandang-kandang peternak desa, manfaat kurban kini menjangkau lebih banyak pihak dan menghadirkan harapan baru bagi ekonomi umat yang lebih berdaya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update