Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Sangat Vital, DPRD Jabar Dukung Segera Pembangunan Jalur Tengah Selatan

Drs.H.Memo Hermawan, Anggota Komisi IV DPRD Jabar dari Fraksi PDIP
 (foto:istimewa)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Kemantapan infrastruktur jalan tentunya sangat mendukung kelancaran arus transportasi, baik orang maupun barang, bahkan secara otomatis juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.  Hal ini dapat dilihat di utara Jawa Barat.

Perekonomian daerah dan masyarakat di utara Jabar berkembang pesat, karena didukung kemantapan infrastruktur  jalan jalur pantai utara (pantura) yang menhubungkan ujung barat hingga ujung timur bahkan sampai perbatasan wilayah provinsi Jawa Tengah. Namun, sangat berbanding terbalik dengan kondisi infrastruktur jalan jalur di selatan Jabar.  

Agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan infrastruktur dan peningkatan perekonomian di Selatan Jabar, maka Perintah Provinsi Jabar memalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) beberapa tahun lalu, sudah melakukan kajian dan bahkan  “Feasibility study (FS) terkait rencana pembangunan Jalur Tengah Selatan (JTS).

Apa tanggapan DPRD Jabar, terkait rencana pembangunan Jalur Tengah Selatan (JTS) tersebut ?...

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Drs.H. Memo Hermawan, membenarkan bahwa pihak Dinas BMPR Jabar beberapa bulan lalu,  sudah memberikan gambaran dan paparan didepan Komisi IV terkait rencana pembangunan JTS tersebut.

Komisi IV DPRD Jabar dapat memahami dan mendukung sekali rencana pembangunan JTS tersebut. Hal ini karena kehadiran JTS  yang akan menghubungkan Wilayah Sukabumi hingga Pangandaran. Disisi lain, memang masyarakat Jabar di bagian selatan sudah sangat lama menanti kehadiran jalan JTS tersebut.

Demikian dikatakan, Kang Memo --- sapaan--- Memo Hermawan saat dihubungi melalui telepon selulernya, pada Selasa (25/5-2021).

Lantas, seberapa vitalnya Jalur horizontal Tengah Selatan (JTS) tersebut, kang Memo mengatakan, tentu sangat vital/penting sekali, diantara, kita  sebagai wakil rakyat, sudah cukup sering menerima keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur di wilayah Jabar Selatan, terutama saat kita (anggota Dewan-red) melakukan kegiatan reses.

Selain itu, kita tidak ingin ada disparitas wilayah dalam pembangunan di seluruh wilayah Jabar, terutama antara  bagian utara/tengah dengan selatan.  Hal ini, yang cukup penting juga, yaitu cukup banyak potensi perekonomian di wilayah Tengah Selatan yang belum dapat dioptimalkan karena masih terkendala di infrastruktur yang kurang mantap. Sehingga, kurang dilirik atau diminati oleh para investor untuk berinvestasi, ujar Kang Memo yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar ini.

Lebih lanjut legislator Jabar asal Dapil Kab Garut ini mengatakan, beberapa tahun kedepan, pertumbuhan penduduk Jabar akan terus bertambah, untuk itu sangat diperlukan layanan infrastruktur yang baik dan terkoneksi antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

“Kalau layanan infrastruktur sudah terkoneksi dan dalam kondisi mantap, kemungkinan besar 10 hingga 20 tahun kedepan, Jabar Selatan  dapat menjadi kawasan perkotaan baru di Jabar,” ujarnya.

Selain itu, kata Wakil Bupati GArut 2004-2009 ini menambahkan, kehadiran JTS dapat mempermudah masyarakat mengakses kawasan tengah dan selatan Jabar, di antaranya untuk perekonomian, pendidikan, dan kesehatan. Contohnya, untuk mengakses Rumah Sakit Jampangkulon (Sukabumi) dan Pameungpeuk (Garut)..

“Jarak antara Jalur Pantai Selatan dengan Jalur Tengah itu hampir antara 75 kilometer sampai 100 kilometer. Jadi masyarakat yang di jalur tengah ini mau ke Jalur Tengahnya jauh, mau ke Jalur Selatannya jauh. Dari situ awalnya, kenapa Komisi IV sangat mendukung rencana pembangunan jalan JTS tersebut, ujarnya.  

DPRD Jabar melalui Komisi IV juga mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Pemprov Jabar dalam merealiasasi JTS, ternyata Pemprov Jabar sudah menyampaikan kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional agar dimasukan dalam program usulan dari Pemprov Jabar.  Bahkan, pemprov Jabar juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Kab/kota-red) yang akan terlintasi oleh JTS.

Untuk itu, kita berharap, pihak Bappenas benar-benar memasukan dalam program nasional, sehingga, dapat bantuan anggaran dari APBN dan meringankan beban APBD Jabar dan APBD Kabuapten/kota yang dilintasi JTS, tandasnya. (adikarya/husein).