Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Tinjau Pos Penyekatan Mudik, Memo Hermawan Himbau Masyarakat Tidak Memaksakan Mudik Lebaran

Anggota Komisi IV DPRD Jabar H. Memo Hermawan saat meninjau pos penyekatakan mudik lebaran 2021di gerbang tol  Cileunyi Kab Bandung ( Foto:humas). 

BANDUNG, Faktabandungraya.com,---Pemerintah melalui Satgas Penangan Covid-19 telah mengeluarkan peraturan larangan mudik Lebaran 2021.  Larangan mudik tersebut mulai dari tanggal 6 - 17 Mei 2021.

Selain larangan mudik, pemerintah juga menjalankan kebijakan tambahan berupa pengetatan perjalanan yang berlaku mulai 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021.

Menurut anggota Komisi IV DPRD Jabar Drs.H.Memo Hermawan, larangan mudik dan pengetatan perjalan yang dikeluarkan oleh pemerintah bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 yang dibawa oleh para pemudik ke kampung halaman. Sehingga, dikhawatirkan keluarga dan masyarakat dikampung terkena covid-19 yang dibawa oleh pemudik.

“ DPRD Jabar mendukung kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah demi mencegah dan memutus matarantai penyebaran covid-19 yang dibawa oleh para pemudik ke kampung halamannya”, ujar kang Memo ---sapaan Memo Hermawan kepada wartawan disela meninjau  Pos Penyekatan Mudik Lebaran 2021 di Gerbang Tol Cileunyi Kabupaten Bandung, Selasa (11/05-2021).

Dikatakan kang Memo yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar,  ketentuan peniadaan mudik dan pengetatan perjalanan itu telah tertuang pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 yang menjelaskan bahwa setiap anggota masyarakat dilarang melakukan perjalanan antarkota/kabupaten/provinsi/negara untuk tujuan mudik yang juga penerapannya dilakukan di Jawa Barat.

Atas dasar Surat Edaran tersebut, maka DPRD Jabar melalui Komisi IV menindak lanjutinya dengan melakukan peninjauan di lokasi Pos Penyekatan Mudik Lebaran 2021 di Gerbang Tol Cileunyi ini.

Diwilayah provinsi Jawa Barat sendiri ada sebanyak 139 titik Pos Penyekatan Mudik Lebaran 2021, salah satunya di Gerbang Tol Cileunyi ini.  Masing-masing pos dijaga langsung oleh pihak Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan , dan stake holder terkait.

Bahkan diwilayah Cileunyi sendiri ada sebanyak titik pos penyekatan mudik. Cukup banyaknya pos penyekatan mudik di wilayah Cileunyi, karena wilayah tersebut menurutnya merupakan akses keluar masuk kendaraan yang selalu padat jika menjelang Lebaran.

 “Setelah tadi kami meninjau pos penyekatan di daerah Cileunyi, ini merupakan salah satu akses pintu masuk dan keluar bagi masyarakat dalam jumlah yang besar pada saat mudik, sehingga disini perlu pengawasan selama 24 jam," ujarnya wakil bupati Garut periode 2004-2009 ini.

Ketika disinggung mengenai ribuan pemudik pengendara sepeda motor yang menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, pada Minggu (9/5/2021) lalu.

Kang Memo sangat menyayangkan hal itu terjadi, namun peristiwa itu terjadi hanya bersifat situasional dimana volume kendaraan sudah melebihi batas. Untuk itu, kang Memo menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak memaksakan mudik. 

Larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah untuk menjaga kesehatan bersama agar tidak terpapar dan tidak menjadi penyebar virus covid-19, ujarnya.

Lebih lanjut politisi senior ini mengatakan, walaupun para pemudik berhasil menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang belum tentu dapat sampai dikampung halamannya. Hal ini mengingat, cukup banyaknya penyekatan, sehingga tidak ada celah bagi masyarakat untuk lolos dari pos penyekatan.

Untuk itu, sekali lagi, kang Memo menghimbau masyarakat untuk tidak memaksakan mudik lebaran tahun ini, karena pandemic covid-19 belum hilang dari Indonesia. Karena ditakutkan adanya kembali lonjakan kasus covid 19 dari para pemudik di suatu daerah dan belum tentu daerah itu memiliki fasilitas penangan covid yang memadai.

Diera digitalisasi saat ini, silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman dapat dilakukan dengan virtual melalui WhatsApp atau Vidio Call, tandasnya.(adikarya/husein).

Posting Komentar

0 Komentar