Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Agam : Vaksinasi Massal Mendukung Kekebalan Komunal Masyarakat

kegiatan Vaksinasi Massal di Bandung  (foto:istimewa). 
BANDUNG,  Faktabandungraya.com,--- Anggota DPRD Jawa Barat H.Mirza Agam Gumay dari Fraksi Gerindra Persatuan sangat mendukung dilakukan percepatan  vaksinasi massal.  Hal ini mengingat, pascalibur Lebaran 2021, angka kasus Covid-19 di Jabar meningkat cukup signifikan. Bahkan wilayah Bandung Raya sudah ditetapkan siaga satu Covid-19.

Meningkatnya angka kasus covid-19 di Jabar, Pascalibur Lebaran tentunya tidak terlepas dari kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, bahkan tidak sedikit juga warga melakukan mudik lebaran, walaupun sudah ada larangan dari pemerintah.  Padahal larangan mudik merupakan sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19.

“ Ketidak disiplinan dan kepatuhan masyarakat dalam penerapan protocol kesehatan tentunya berdampat meningkatnya masyarakat yang terpapar ovid-19. Bahkan, dibeberapa rumah sakit rujukan penanganan covid-19 di Bandung Raya mengalami over load, termasuk juga tempat isolasi mandiri (Isoman) juga terisi penuh. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi kita semua”,.

Demikian dikatakan Agam--- sapaan--- Mirza Agam Gumay saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (19/6-2021).

Dikatakan berdasarkan data dari Website : https://pikobar.jabarprov.go.id, hari ini,  ada penambahan sebanyak 2.791 orang yang terkonfirmasi covid-19, sehingga totalnya menjadi 340.455 orang. Sementara yang sedang menjalani isolasi/ dalam perawatan bertambah 1.450 orang  sehingga menjadi 26.739 orang.  Sedangkan yang sudah selesai menjalani isolasi/ sembuh bertambah 1.292 orang sehingga total yang telah menjalani isolasi/ sembuh menjadi 309.184 orang.

Namun, data Pikobar Jabar menyebutkan, dalam sepekan ini yang meninggal ada sebanyak 49 orang, jadi total yang meninggal akibat terpapar covid-19 berjumlah 4.532 orang. Dengan demikian melihat data dari Pikobar Jabar tersebut, tentunya harus menjadi perhatian kita bersama, bahwa betapa pentingnya mematuhi dan disiplin dalam Protokol kesehatan, ujar Agam, anggota Komisi I DPRD Jabar ini.

Agam juga mengatakan, agar pendemi covid-19 tidak terus berkembang, pemerintah daerah bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19 Jabar bersama Kabupaten/kota telah dan terus berupaya untuk menekan akan penyerabaran covid-19, dengan memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro (PPKM Mikro), hingga akhir Juni mendatang.

Vaksinasi massal di Gelora BAndung Lautan Api (GBLA) Bandung (foto:humas),
Bahkan, khusus daerah zona merah maka diberlakukan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen dan Work From  Office (WFO) hanya 25 persen.  Bahkan untuk membatasi mobilitas masyarakat, kini beberapa ruas jalan di Bandung Raya juga dilakukan penyekatan dan ditutup.  Bahkan, ditempat kegiatan perekonomian seperti Mal, Supermarket, Pasar modern dan pasar tradisional juga dibatasi jam operasional/ buka, ujar Politisi Partai Gerindra Jabar ini.

Selain itu, kata Agam juga mengatakan, masyarakat juga diminta untuk tidak menggelar hayatan yang dapat menimbulkan kerumunan massal. Tempat hiburan dan objek wisata juga diberlakukan pembatasan jam buka dan jumlah pengunjung.

Saat ditanya, apakah kalau sudah di vaksinasi dosis dua sudah dapat terhindar dari serangan covid-19 ?...  Menurut beberapa pakar kesehatan, bahwa orang yang sudah disuntik/ vaksinasi dosis dua, masih ada kemungkinan terpapar covid-19, ujar Agam.

Cepat lambatnya kekebalan komunal tubuh seorang dalam mengenali virus Covid-19 setelah di vaksin, itu tergantung kondisi fisiknya tubuhnya.  Untuk itu, kenapa kita di DPRD Jabar mendorong dan mendukung penuh agar dilakukan vaksinasi massal, hal ini demi cepat terbentuknya herd immunity (kekebalan kelompok),  yang dapat membantu kita menghadapi pandemi agar segera usai.

Vaksinasi massal di Gelora BAndung Lautan Api (GBLA) Bandung (foto:humas)

Namun. selama cakupan vaksinasi belum luas, kekebalan kelompok belum terbentuk, potensi penularan masih tinggi. Karena itu,sekalipun telah dilakukan vaksinasi, masyarakat tetap harus mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M yaitu Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan pakai sabun, Menghindari kerumunan dan Mengurangi pergerakan yang tidak perlu, tandasnya. (adikarya/husein).