Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Tren Kasus Covid-19 Meningkat, Memo Dukung Desa Menyiapkan Tempat Isolasi Mandiri

Memo Hermawan, anggota DPRD Jabar dari Fraksi PDIP (foto:istimewa)
GARUT, Faktabandungraya.com,--- Tren kasus covid-19 meningkat cukup tajam pascalibur lebaran, sehingga telah membuat keterisian tempat tidur  (BOR) rumah sakit juga meningkat. Bahkan sudah beberapan rumah sakit yang penuh dan overkapasitas.

Untuk itu, menekan lonjakan dan menghentikan penyebaran covid-19, pemerintah kembali menerapan PPKM Mikro.  Penerapan dan kerketatan PPMK Mikro dimulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten/kota hingga tingat ke RT/RW.

Anggota DPRD Jabar H. Memo Hrmawan mengatakan, pihaknya setuju dilakukan pengetatan PPKM Mikro dan itu memang harus diambil oleh Pemerintah.  Karena tingkat kasus covid-19 masih terus meningkat. 

“Coba aja kita cermati dari pemberitaan media massa, bberapa hari belakangan ini, tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien terpapar covid-19 sudah  diatas 90 persen.  Bahkan sudah ada bberapa rumah sakit rujukan di Jabar sudah penuh, dan bahakan ada yang sudah overkapasitas”,  kata Kang Memo—sapaan—H. Memo Hermawan sata dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (23/6-2021).

Dikatakan, berhubung beberapa rumah sakit sudah tidak dapat menampung pasien covd-19,  maka ia setuju kalau pihak aparatur kewilayahan ( Kecamatan dan Desa/kelurahan)  untuk menyediakan tempat isolasi mandarin bagi warga yang terpapar covid-19 dengan gejala ringan.

Keberadaan tempat isolasi mandiri di tingkat kewilayahan sangat mendukung  untuk menghentikan penyebaran covid-19. Namun, bagi warga yang sedang melakukan isolasi mandiri tentunya harus tetap mendapatkan pengawasan dan dukungan kesehatan dari Puskesmas atau tim medis kesehatan covid-19. Termasuk juga kebutuhan makanan dan obat-obatan bagi pasien isolasi mandiri, ujar Kang Memo yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar ini.

Ia menambahkan, sekarang sudah ada Posko-posko Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat  Desa/ kelurahan hingga RT/RW. Untuk itu, keberadaan posko-posko tersebut harus dioptimalkan.

Dalam penanganan covid-19, tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah dan Satgas Optimalkan posko-posko Satgas Covid-19, tetapi harus didukung oleh masyarakat. Peran serta masyarakat dalam disiplin dan mematuhi protocol kesehatan dengan menerapkan 5M sangat mendukung menekan dan menghentikan penyebaran kasus covid-19, ujar Politisi Senior PDIP Jabar ini.

Sebagai informasi, bahwa Gubernur Jabar Ridwan Kamil, sudah menginstruksikan kepada seluruh Desa di Jabar bahwa pihak Desa diwajibkan  punya ruang isolasi, nanti dipantau oleh puskesmas dan kepala desa. Kalau warganya memiliki gejalanya ringan- sedang, tidak usah ke rumah sakit. Cukup saja diisolasi mandiri di tempat yang telah disediakan.

"Kalau ringan dan sedang dirawatnya di desa saja, yaitu di puskesmas atau ruang isolasi yang sudah ada," kata Kang Emil.

"Anggarannya dari dana desa sekitar 8 persen diperuntukan bagi penyediaan ruang isolasi," ucapnya.

Dengan tersediana tempat/ ruang isolasi mandiri di desa / kelurahan dapat menekan tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19. Mengingat masih ada pasien bergejala ringan dan sedang menjalani isolasi di rumah sakit, kata Kang Emil. (adikarya/husein).

 

Posting Komentar

0 Komentar