Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Memo : Program Aplikasi Pikobar, Apa Masyarakat Pedesaan Paham ?

H.Memo Hermawan, anggota DPRD Jabar dari Fraksi PDIP ( foto:dok.ist)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Program aplikasi Pikobar (Pusat Koordinasi dan Informasi Covid-19 Jawa Barat), yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Jabar melalui aplikasi digitalisasi, cukup bagus sich. Namun, menurut, anggota DPRD Jabar H.Memo Hermawan, apakah semua masyarakat Jabar mengetahui dan memahami, apa itu program aplikasi Pikobar ?.  Terutama masyarakat yang tinggal di jauh di pedalaman desa.

Perlu diketahui bahwa Provinsi Jabar terdiri dari 5.800 di Jabar tidak semua semua desa memiliki jaringan internet yang sudah memadai, ditambah lagi masyarakat pedesaan masih sangat banyak yang gaptek.   

Jadi semua program digitalisasi  yang diluncurkan oleh Pemprov Jabar belum tentu dapat diketahui dan dipahami oleh masyarakat Jabar terutama yang tinggal di Pedesaan. Ditambah lagi minimnya sosialisasi dari program yang diluncurkan, seperti program aplikasi

Program aplikasi Pikobar  yang menyajikan data, dan informasi terkait penyebaran dan pencegahan covid-19  di Jabar. Apakah sepenuhnya sudah diketahui dan dipahami oleh masyarakat Jabar ?.., Saya yakin hanya sebagian kecil masyarakat saja yang memahami, itupun baru di daerah /kawasan urban, sedangkan di derah rural, saya yakin mayoritas tidak tahu, apalagi untuk memahaminya.

Hal ini katakana H.Memo Hermawan saat dimintai tanggapannya terkait program aplikasi Pikobar, Minggu, (25/7-2021).

Dikatakan, Warga/ masyarakat yang tinggal di daerah Urban sudah lama dapat menikmati perkembangan teknologi dengan kemudahannya, sedangkan daerah  Rural masih gabtek, bahkan masih ada pedesaan (Rural) yang belum sama sekali dapat menikmati mamfaat dari teknologi. Nah disinilah diperlukan pemerataan sosialisasi program Pikobar, dan hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah provinsi Jabar.

Kang Memo—sapaan—Memo Hermawan mengatakan, kabupaten Garut terdiri dari  42 kecamatan dan 422 desa dan 21 kelurahan. Jadi masyarakat Garut jauh lebih banyak dari yang tinggal di pedesaan/ daerah rural dibandingkan dengan yang tinggal di perkotaan (Kelurahan) atau daerah urban.

Jadi masyarakat yang tinggal di kawasan rural, jaringan internet aja masih sangat terbatas, ditambah gaptek lagi. Jadi mana mungkin masyarakat rural mau paham program aplikasi Pikobar, ujar politisi senior PDIP Jabar ini, .  

Saat ditanya terkait fitur program aplikasi Pikobar, apakah sudah sangat mendukung dengan perkembangan kondisi pandemic covid-19 dari waktu-kewaktu di Jabar ?.. menurut Kang Memo, berdasarkan informasi dari anggota Fraksi PDIP yang ditugaskan di Komisi I DPRD Jabar , bahwa program aplikasi Pikobar  yang memanfaatkan kemajuan teknologi masih sangat kurang tersosialisasinya, sehingga, kita minta agar pemprov benar-benar meningkatkan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat.

Adapun terkait fitur program aplikasi Pikobar, tentunya harus menjadi perhatian juga, terutama permasalahan mengenai akurasi data pada aplikasi tersebut harus menjadi perhatian, dari jumlah angka sebaran kasus aktif, pasien sembuh, pasien meninggal, dan data lainnya.

Saya pernah mengecek dan mensandingkan, antara data Pikobar dengan data Pikokab Garut, ternyata, tidak sama, bahkan.  Lantas pertanyaannya ?... dari mana data yang dimiliki Pikobar ?.. Seharusnya, data Pikobar itu berasal dari Pikokab/kot se Jabar, ujar Politisi PDIP Jabar ini.

Soal siapa yang terlambat update, apakah provinsi atau Kabupaten/kota, itu saya tidak tahu.  Namun, kita minta agar Pemprov harus berpikir ulang mengenai program Pikobar, evaluasi mengenai ketepatan update penyebaran angka pasien, berapa angka sebenarnya" ujarnya.

"Evaluasi besar harus dilakukan seperi pada angka kematian harus dievaluasi akurasinya, pasien terpapar, dan sembuh. Berapa jumlah warga yang sedang dirawat di rumah sakit dalam kondisi sakit berat terpapar covid-19, dan berapa yang sedang melakukan isolasi mandiri ?.

Perlu dicatat, bahwa beberapa hari kebelakang ini, angka kematian yang disebabkan terpapar covid-19 naik hampir tiap hari, dan  itu terjadi di tiap daerah. Apakah jumlah warga yang meninggal di update setiap hari ?.., “Saya tidak tahu”, tandasnya. (adikarya/husein).