Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bahas RAPBD Jabar 2022, Fraksi PAN Akan Pertahankan Program Rutilahu, Kesehatan dan Pendidikan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:05 WIB Last Updated 2021-10-21T08:05:32Z
Klik

H.M. Hasbullah Rahmat, SPd, M.Hum (anggota Banggar DPRD Jabar) (foto;husein).

BANDUNG,Faktabandungraya.com,-- DPRD Provinsi Jawa Barat melalui Alat Kelengkapan Dewan (AKD) bersama ODP ( Organiasi Perangkat Daerah) kini tengah melakukan pembahasan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan rancangan pembahasan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2022.

Dalam Nota Pengantar KUA PPAS Tahun Anggaran 2022 yang disampaikan Gubernur pada tanggal 16  Agustus 2021 masih mencantumkam angka Pendapatan Daerah sebesar Rp 41,141 triliun. Setelah melalui proses pembahasan, terjadi beberapa perubahan. Kini Pendapatan Daerah diprediksi hanya Rp.30,783 triliun, sehingga terjadi penurunan sekitar Rp.10 triliun lebih.

Anggota Badan Anggaran DPRD Jabar, H.M Hasbullah Rahmat, Spd, M.Hum membenarkan bahwa DPRD Jabar bersama pemprov Jabar kini tengah membahas KUA-PPAS tahun 2022.

Beberapa waktu lalu, Gubernur Jabar telah menyerahkan Nota Pengantar KUA PPAS tahun 2022, volumenya sebesar 41, 141 triliun, namun setelah dilakukan pembahasan awal terkoreksi menjadi sebesar Rp.30,783 triliun, sehingga terjadi penurunan sekitar Rp.10 triliun lebih.

Walaupun volume Rancangan APBD Jabar 2022 mengalami penurun cukup signifikan, tetapi untuk program  yang bersentuhan langsung masyarakat terutama bagi yang penerima manfaat, Fraksi PAN akan memperjuangkan jangan sampai terkena recofusing atau dipenggal.

"Saya selaku anggota Banggar DPRD Jabar dan juga Ketua Fraksi PAN tentunya, akan berjuang agar anggaran untuk program Rutilahu, Kesehatan dan Subsidi Pendidikan dalam penyusunan APBD Murni 2022 tidak kena recofusing", kata Hasbullah saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (21/10/2021).

Dikatakan, kita di DPRD Jabar sangat memahami bahwa pandemi belum berakhir, sehingga masih membutuhkan anggaran cukup besar untuk penanganan pandemi covid-19, disisi lain volume RAPBD Jabar 2022 mengalami penurunan sekitar Rp.10 triliun lebih. Tentunya akan terjadi pengurangan diseluruh program yang tersebesar di seluruh OPD. Namun, bukan berarti seluruh program harus terkena recofusing anggaran atau pengurangan anggaran.

Dikatakan, Fraksi PAN secara tegas akan menolak keras jika program bedah rumah rutilahu, subsidi pendidikan SPP bagi peserta didik/ siswa SMA/SMK Negeri maupun Swasta se Jabar. Serta, subsidi Kesehatan terutama untuk pembelian Alat Kesehatan penanganan covid-19 dan renovasi puskesmas.

'Ketiga program tersebut, akan Fraksi PAN pelototi dan mempertahankan dalam pembahasan dan penyusunan RAPBD Jabar 2022. agar jangan sampai terrecofusing. Karena ketiga program tersebut berdampak langsung bagi masyarkat", kata Legislator Jabar dari daerah pemilihan Kota depok-Kota Bekasi ini.

Dikatakan untuk program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) sangat berdampak langsung terhadap masyarakat yag menerima, untuk itu kita akan berjuang agar alokasi anggaran dan jumlah masyarakat penerima tidak berkurang. Hal ini karena sudah di patri oleh Gubernur- dan Wagub kabar , bahwa selama 5 tahun kepemimpinan duet Ridwan Kamil- Uu Ruchanul Ulum ditetapkan dalam akan melakukan merehab sebanyak 100 ribu rumah yang tersebar di 27 kab/kota se Jabar. Yang sudah terbangun sebanyak 60 ribu rumah, sehingga sisanya 40 ribu rumah lagi.

Sisa 40 ribu lagi akan dicicil dalam sisa akhir jabatan Gubernur Emil hingga tahun 2023 mendatang. Untuk itu, Fraksi PAN akan menplototi anggaran untuk program Rutilahu setiap penyusunan anggaran jangan sampai terrecofusing, ujarnya.

Kedua bantuan Subsidi SPP bagi bagi peserta didik SMA/SMK negeri maupun swasta, jangan juga sampai juga kena recofusing anggaran. Karena akan sangat berdampak terhadap kemajuan pendidikan dan akan memberatkan para orang tua peserta didik. Sedangkan pendidikan Gratis dari SD hingga SLTA merupakan janji kampanye Gubernur. Jadi, Fraksi PAN akan mempertahankan jangan sampai kena recofusing anggaran dalam APBD Perubahan 2021 ini.

Sedangkan ketiga terkait alokasi anggaran untuk kesehatan, yaitu untuk kebutuhan Alkes dalam penaganan penanggulangan covid-19 dan renovasi puskesmas, juga sampai terecofusing. Ham ini penting agar percepatan vaksinasi dan Herd Community segara terbentuk, dan roda perekonomian juga jalan.

Jadi saya berharap alokasi untuk program Rutilahu, Pendidik ( Subsidi SPP) dan Kesehatan ( Belanja Alkes) tidak terkena recofusing anggaran pada saat penyusunan RAPBD Jabar 2022 ini, harapnya.

Lebih lanjut Hasbullah yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jabar ini mengatakan, Fraksi PAN akan mendukung dilakukan recofusing anggaran bukan dari tiga program tersebut diatas, ya ambil saja dari sektor atau program lain, seperti sektor fisik.

" Oh ya, satu lagi , program pembangunan jalan yang memiliki konektivitas untuk memperlancar pertumbuhan perekonomian masyarakat, itu juga kalau bisa jangan kena recofusing. Jadi tidak semua proyek fisik itu harus terkena recofusing, ya salah satunya proyek jalan yang menghubungkan atau konektivitas dalam memperlancar pertumbuhan perekonomian masyarakat", tandasnya. (adikarya/husein).

 

×
Berita Terbaru Update