Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Indeks Pembangunan Pemuda Jabar Rendah, Komisi V Konsultasi Ke Bappenas & Kemenpora

Komisi V DPRED Jabar saat berkonsultasi ke kantor Bappenas di Jakarta ( foto:humas).  
DKI JAKARTA, Faktabandungraya.com, — Indeks Pembangunan Pemuda (IPP)  Jawa Barat walau berada di urutan ke 20 dari 34 provinsi,  menurut Komisi V DPRD Jabar masih tergolong rendah. Untuk itu, Komisi V DPRD Jabar mencari masukan dan informasi dengan mendatangi kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), di DKI Jakarta, Selasa, (09/11/2021). 

Menurut  anggota Komisi V DPRD Jabar, Asep Wahyu Wijaya mengatakan, maksud dan tujuan kedatangan nya ke Bappenas dan Kemenpora untuk berkonsultasi sekaligus mencari informasi  tentang kepemudaan.  Hal ini penting, mengingat skor IPP Jabar masih rendah, padahal potensi pemuda Jabar sangat besar.  

Asep Wahyu mengatakan, dalam penilaian IPP ada beberapa indikator, dan juga Pemprov Jabar telah berupaya untuk meningkat indeks pembangunan Pemuda dengan termasuk juga menjalin kemitraan dengan organisasi kepemudaan. Namun, ternyata belum juga mampu mendongkrak nilai IPP Jabar.

Untuk mendongkrak nilai IPP Jabar, Komisi V DPRD Jabar akan terus mensupport  pemprov Jabar dibidang kepemudaan, agar kedepan IPP Jabar tidak rendah, apalagi sampai menurun, kata Asep Wahyu usai melakukan kunjungan kerja Ke kanto PPN/ Bappenas dan Kemenpora.

Asep Wahyu Wijaya (anggota Komisi V DPRD Jabar)
(Foto:humas)

Asep menilai menurunnya peringkat IPP jawa barat tidak perlu di khawatirkan dikarenakan masih ada kelebihan dari bidang lain, namun dalam hal ketenagakerjaan, dirinya mengatakan, itu yang menjadi penurunan karena ada nya pandemi covid-19.

“Sesungguhnya itu adalah bukan pemeringkatan, jadi warga Jawa Barat tidak harus khawatir karena di beberapa domain lain kita unggul hanya dalam urusan ketenagakerjaan dan kesempatan dalam bekerja untuk pemuda yang porak poranda akibat wabah covid itulah yang menjadi penyebab utama turunnya IPP," katanya.

Asep menambahkan, Komisi V akan terus bekerjasama dengan mitra kerja untuk dapat menaikkan Indeks Pembangunan Pemuda di Jawa Barat yang kini dirasa menurun akibat pandemi, terlebih pada sektor tenaga kerja, tandasnya. (hms/sein).