Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Kasus Covid-19 Di Kota Bandung Semakin Turun, Ahyani : Tetap Disiplin Prokes 5M dan Tidak Merayakan Nataru

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara ( foto:humas).
BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Untuk mencegah agar tidak terjadi lonjakan kasus covid-19 paska libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, seperti nataru 2021 lalu. Maka pemerintah pusat telah menghapus libur Nataru 2022 dan menerapkan PPKM Level-3. 

Pemberlakukan PPKM Level-3 mulai diberlakukan sejak tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, di seluruh Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyeraban covid-19 pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2022. 

Rencana penghapusan atau ditiadakannya libur Nataru 2022, disambut positif oleh Pemerintah Kota Bandung dan sejumlah masyarakat mendukung penerapan PPKM Level-3. Hal ini bercermin dari Nataru 2021 lalu, dimana terjadi kenaikan jumlah kasus covid-19 usai hari libur panjang. 

Berdasarkan data dari situs Pusat Informasi covid-19 kota Bandung, hingga Rabu (24 November 2021) jumlah kasus covid-19 semakin menurun. 

Pada 22 November 2021, kasus aktif di Kota Bandung berjumlah 57 kasus, dan pada 23 November menurun 2 kasus. Sehingga kini tinggal 55 kasus.  Kendati demikian, Pemkot Bandung terus mengimbau agar warga tetap disiplin protokol kesehatan 5M, terutama selama memakai masker saat beraktiftas di luar rumah. 

Penurunan kasus aktif Covid-19 di Kota Bandung dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr. Ahyani Raksanagara. Menurutnya, saat ini kasis aktif Covid-19 sebanyak 55 orang.

Dikatakan, kasus aktif Covid-19 di Kota Bandung mengalami fluktuasi. Pada akhir tahun 2020 berkisar 300 kasus hingga 900 kasus. Pada awal tahun 2021, kasus aktif Covid-19 berkisar 500 hingga 1.800 kasus.

Kasus aktif Covid-19 di Kota Bandung pernah mengalami lonjakan hingga puncaknya pada bulan Juni 2021.Sejak saat itu, kasus aktif Covid-19 terus meningkat mulai dari 2.000 hingga mencapai 9.118 kasus aktif Covid-19 pada 1 Agustus 2021.

Setelah adanya gelombang tersebut, kasus aktif Covid-19 berangsur mengalami penurunan hingga pertengahan Oktober 2021. Saat itu kasus aktif Covid-19 paling rendah menyentuh angka 50-an kasus, jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Kadinkes Kota Bandung , dr Ahyani juga menyampaikan bahwa  jumlah kasus meninggal dunia Covid-19 yaitu 1422 orang per 24 November 2021. Dengan demikian, sejak 13 September 2021 hingga Rabu 24 November 2021 hanya bertambah 4 kasus.

Ahyani juga mengungkapkan ada kenaikan kasus sejak digelarnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM).  

Dikatahui adanya kenaikan kasus diketahui setelah dilakukan tes acak yang dilakukan bagi sektor pendidikan, sejak tanggfal 7 November. Angka kasus aktif mencapai puncaknya sebanyak 483 kasus dari tes acak PTM.

Selanjutnya kasus aktif Covid-19 hingga menjelang akhir November 2021 terus berangsur menurun hingga di bawah 60 orang. Seluruh siswa maupun guru yang sebelumnya terkonfirmasi Covid19 dari tes acak PTM, kini dinyatakan sembuh.

Meski kasus COVID-19 saat ini tergolong rendah, Ahyani tetap mengimbau masyarakat tetap tidak lengah dan mewaspadai potensi adanya penyebaran Covid-19 karena pandemi belum berakhir. Untuk itu, Ahyani menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan liburan atau menyelenggarakan acara saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang, tandasnya. (dbs/sein).