Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Komisi II DPRD Jabar Minta Pencetakan Sawah Baru Dibarengi Pembangunan Infrastruktur

Rabu, 01 Desember 2021 | 13:44 WIB Last Updated 2021-12-01T06:44:29Z
Klik

Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar, H.Heri Ukasah Sulaeman, S.Pd, M.SI, M.Hum
BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Tujuan program pencetakan sawah baru yang diluncurkan oleh pemerintah pusat maupun provinsi Jawa Barat untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan nasional maupun regional Jawa Barat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar, H. Heri Ukasah Sulaeman, S.Pd., M.SI., M.Hum  mengatakan, sudah cukup lama  provinsi Jawa Barat sebagai penyuplay kebutuhan ketahanan nasional. Namun, seiring pesatnya pembangunan dan alih fungsi lahan, sehingga sudah cukup banyak lahan produktif persawahan  di Jabar berubah menjadi komplek perumahan,  pabrik dan pertokoan.

Dengan adanya program pencetakan sawah baru ini, diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam mengatasi berkurangnya lahan persawahan. Sehingga berdampak pada menurunnya produksi pertanian (beras).  Untuk itu, DPRD Jabar melalui Komisi II sangat mendukung dan mendorong percetakan sawah baru.

“Pencetakan sawah baru merupakan upaya untuk mengatasi semakin berkurangnya lahan pertanian/ sawah”, kata Heri Ukasah saat dihubungi Faktabandungraya.com, melalui telephon selulernya, Rabu (01/12/2021).

Dikatakan, dibeberapa wilayah di Jabar sudah dilakukan pencetakan sawah baru, baik di wilayah Jabar Selatan, Pantura dan termasuk juga di Kabupten Sumedang.  Namun, sangat disayangkan, program pencetakan sawah baru yang diluncurkan  pemprov Jabar tidak dibarengi dengan pembunganan infrastruktur pendukung, baik berupa akses jalan, maupun jaringan irigasi.

Akibat kurang kurang didukung infrastuktur irigasi, sehingga percetakan sawah baru tersebut tidak mampu menghasilkan produksi pertanian secara maksimal.

“Seharusnya pencetakan sawah baru  dibarengi dengan pembenahan jaringan irigasi”, kata Heri dari dapil Jabar 11 (Kab.Sumedang, Majalengka dan Subang) ini.

Politisi Gerindra Jabar ini menambahkan , selama dukungan irigasi kurang tentunya produksi pertanian tidak akan maksimal. Padahal, dukungan kita (DPRD Jabar-red) sudah sangat maksimal mendukung program pencetakan sawah baru. 

Sewaktu kita menggelar rapat kerja dengan mitra OPD terkait, Komisi II sudah mengingatkan  bahwa setiap  pembukaan sawah baru harus menjamin bahwa lahan itu bisa lebih produktif, harus dipikirkan sistem irigasinya seperti apa.

Bahkan kita juga minta kepada mitra Komisi II yang untuk berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air yang menangani jaringan irigasi, ujarnya.

Heri mencontohkan, ada ratusan hektar pencetakan sawah baru di wilayah Jabar Selatan yang hingga kini masih terkendala faktor irigasi/ pengairan. Sehingga, banyak petani yang mengalami kegagalan. Seharusnya, kalau memang kondisi sawah baru itu berada agak tinggi dari aliran sungai, maka untuk mengalirin air persawahan, para petani atau kelompok tani diberikan bantuan berupa pompa air.

Nanti air dari sungai tersebut di sedot oleh pompa air untuk disalurkan melalui jaringan irigasi. Namun, agar air dapat mengalir ke seluruh pesawahan tentunya jaringan irigasinya juga harus dalam kondisi baik, ujar.

Lebih lanjut Heri mengatakan, untuk memperlancar dan mempermudah mengangkut dan mendistribusikan hasil pertanian, maka harus didukung juga akses jalannya.  Karena keberadaan akses jalan yang baik tentunya akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, regional, terutama dalam mendukung dan memenuhi ketahanan pangan" tandasnya. (adikarya/husein).

×
Berita Terbaru Update