Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Agam Optimis Tahun 2022, Perekonomian Jabar Tumbuh dan Menggeliat Kembali

Rabu, 26 Januari 2022 | 07:29 WIB Last Updated 2022-01-26T00:43:59Z
Klik

H. Mirza Agam Gumay, anggota Komisi II DPRD jabar dari fraksi Partai Gerindra (foto:istimewa).  

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--  Sejak merebaknya pandemi covid-19,  pada Maret 2020 hingga September 2021, kondisi pertumuhan ekonomi provinsi Jawa barat mengalami penurunan cukup signifikan.  Bahkan BPJ Jabar mencatat  penurunannya mencapai -2,44 persen, bila dibandingkan tahun 2019.

Pada tahun 2022, ini  dipradiksi prekonomian Jawa Barat akan tumbuh positif , seiring dengan semakin menurunnya kasus covid-19 di seluruh kabupaten/kota di Jabar.  Dan juga meningkatnya investasi di Jabar serta tersalurkannya berbagai kredit perbankan yang dapat dapat mendorong pertumbuhan perekomnomian masyarakat. 


Anggota Komisi II DPRD Jabar H.Mirza Agam Gumay, SmHk mengatakan, masa-masa krisis dan menurunnya perekonomian di Jabar, sudah berlalu. Seiring dengan menurunya kasus covid-19, dan sudah dibuka atau diijinkannya tempat berbagai tempat usaha. 


“Kini berbagai sector aktiftas masyarakat sudah mulai dibuka dan pertumbuhan perekonomian masyarakat sudah mulai tumbuh dan menggeliat kembali.  Untuk itu, kita optimis, perekonomian Jabar pada tahun 2022 ini, akan terus tumbuh dan menggeliat kembali sebelum terjadinya kasus covid-19”.


Demikian dikatakan, Mirza Agamgumay, saat diminta tanggapannya terkait harapan peretumuhan perekonomian Jabar di tahun 2022 ini, Selasa (25/01/2022). 


Dikatakan, pada waktu pembahasan dan penyusunan anggaran Rancangan APBD tahun 2022 lalu, Komisi II DPRD Jabar bersama mitra kerja komisi sangat mendorong program kerja dinas yang mendukung pemulihan ekonomi.


Komisi II yang membidangi Perekonomian tentunya sangat mensupport seluruh Dinas mitra untuk mendapatkan alokasi anggaran yang maksimal dari APBD Jabar, terutama dalam mendongkat dan membangkitkan kembali perekonomian masyarakat yang sangat terpuruk selama pendemi covid-19.


Kita dari Komisi II telah meminta kepada pihak eksektif melalui TAPD ( tim anggaran pemerintah daerah) provinsi Jabar, agar sector perekonomian dapat diberikan porsi lebih dari tahun-tahun anggaran sebelumnya. Hal ini penting guna peningkatan pertumbuhan perekonomian masyarakat.


‘Selama pandemi covid-19, sangat banyak para pelaku usaha yang bergerak disektor ekonomi kecil dan menengah yang terpaksa melakukan PHK terhadap karyawannya. Bahkan banyak pula terpaksa gulung tikar karena terdampak covid-19, terutama pelaku UMKM”, ujar Politisi Gerindra Jabar ini.


Lebih lanjut legislator Jabar dari Dapil Jabar IV (Kab Cianjur) ini mengatakan, Provinsi Jabar memeiliki potensi Sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang luar bisa.


Untuk itu sudah seharusnya perekonomian di Jabar harus menjadi “aktor” utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar wajib menjadi regulator dan akselerator pembangunan ekonomi di Jabar, ujarnya.


Lebih lanjut Legislator Jabar ini  mengatakan, pihak sangat mendukung dilakukan Digitalisasi untuk UMKM, peningkatan peralatan fishing untuk nelayan, pusat distribusi provinsi terus diperjuangkan oleh Komisi II.


Komisi II akan terus mendorong sector perekonomian, jika alokasi anggaran peningkatan pertumbuhan ekonomi masih sama dengan tahun sebelumnya, maka jelas akan menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan prekonomian di Jabar.


“Sekarang situasi dunia usaha yang sudah mulai meningkat dan mobilitas masyarakat sudah mulai berangsur normal, dan ditunjang dengan vaksinasi itu menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi. Dan mari kita berdoa dan tetap patuhi Prokes agar pandemic cepat berakhir, tandasnya. (adikarya/husein).

×
Berita Terbaru Update