Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Edukasi Masyarakat, BRI Serahkan Bantuan Pengolahan Sampah Terpadu dan Mesin Pencacah Sampah

Jumat, 18 Maret 2022 | 22:37 WIB Last Updated 2022-03-18T15:37:10Z
Klik

 

Perwakiln BRI menyerahkan BPST dan Mesin Pencacah Sampah kepada kelurahan Padjajaran- Cicendo Kota Bandung ( foto:istimewa).

BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Sudah cukup lama persoalan sampah di perkotaan menjadi persoalan ditengah masyarakat. Hal ini seiring dengan meningkatnya  aktivitas masyarakat  dan keterbatasan tempat pembuangan sampah (TPS).


TPS terbatas dan kurang memadai, akhirnya masyarakat memilih membuang sampah sembarangan.

Agar masyarakat tidak terus-terus membuang sampah sembangan, maka PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Regional Office Bandung melakukan terobosan dalam memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai Tangga Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PT.BRI  melalui program “BRI Peduli” memberikan bantuan berupa Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (Bank Sampah) di Astana Eyang yang berlokasi Jl. Citepus 2, RT 03 RW. 06 Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo Kota Bandung.

Bantuan Pembangunan Pengolahan Sampah Terpadu dan Sarana Prasarana Bank Sampah Astana Eyang diserahkan oleh Logistik & General Affair Department Head BRI Regional Office Bandung Derral Morest kepada Lurah Pajajaran Paridin, S.IP., M.AP.

Derral Morest mengatakan, pada kesempatan ini BRI memberikan bantuan berupa pembangunan lokasi Tempat Sampah Terpadu (TPST), mesin pencacah sampah baru, mesin centris (Pengeringan 80%) dan  (Pengeringan 100%), dan kendaraan pengangkut sampah (Motor R3).

“Melalui bantuan mesin pencacah sampah organik dan anorganik diharapkan warga setempat dapat memilah sampah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik yang sudah dipilah bisa dimanfaatkan dan dicacah menjadi pupuk kompos, tambahan pakan ternak, urban farming, bahkan bisa diolah menjadi biogas,” tuturnya.

Derral juga mengungkapkan, melalui program BRI Peduli TPST  ini, kami ingin mendorong dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan bersih tanpa sampah yang berserakan, lingkungan tetap sehat dan tetap terjaga asri.

“Semoga bantuan-bantuan ini bisa dimanfaatkan dan dijaga baik oleh warga serta menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya mengolah sampah,” terangnya.

Lurah Pajaran Paridin, mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada BRI atas bantuan yang telah diberikan.

“Bantuan Pembangunan Pengolahan Sampah Terpadu dan Sarana Prasarana Bank Sampah Astana Eyang, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar karena dampaknya memberikan lingkungan yang sehat, bersih, asri dan juga adanya peningkatan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Astana Eyang yang berdiri sejak 2015, dihuni oleh sebanyak 1.055 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 2.780 orang.

Adapun lahan yang digunakan untuk lokasi Bank Sampah merupakan lahan milik Negara dibawah pengelolaan Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo Bandung.

Program ini sinergi dengan program yang di galakan Pemerintah Kota Bandung dan  merupakan salah satu program unggulan yaitu ‘Kang Pisman’ yang artinya Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan. Melalui program ini juga warga bisa ikut berperan dalam mengurangi timbunan sampah mulai dari sumbernya,” ujar  Paridin.

Sementara itu Ketua RW. 06 yang juga perintis tempat pengelolaan sampah Astana Eyang Asep Komarudin didampingi Ketua Bank Sampah Dedi Mulyadi, mengatakan kami mewakili warga RW. 06 sangat berterima kasih kepada BRI dengan diberikannya bantuan Bank Sampah. Dan kepada pak Lurah Paridin yang terus memberikan supportnya.

Selain Bank Sampah, pihak BRI juga memberikan bantuan kendaraan pengangkut sampah (Motor R3).  Dengan ada Motor R3 dari BRI,  kami yakin permasalahannya akan segera teratasi dan ini menjadi beban buat kami selaku pengurus harus bisa menjalankan amanah yang sudah diberikan,” jelas Asep.

Bantuan Pembangunan Tempat Sampah Terpadu (TPST) dari BRI sangat bermanfaat sekali dan kini BRI memberikan lagi bantuan mesin pencacah sampah baru dan mesin centris  mengeringkan 80% dan 100% yang dapat membantu memproses sampah menjadi lebih cepat.

“Masyarakat sekarang rajin memilah sampah juga karena mendapatkan nilai ekonominya, banyak dari warga yang sengaja menabung dari bank sampah dan diambil ketika mereka punya kepentingan yang mendesak ini sangat membantu sekali,” pungkasnya. (*/red).

 

 

×
Berita Terbaru Update