![]() |
| Warga Bandung panik digucang gempa M 2,7 |
Berdasarkan data Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa memiliki episenter di koordinat 6,88
Lintang Selatan dan 107,79 Bujur Timur, atau berlokasi di darat sekitar 14
kilometer timur Kota Bandung, dengan kedalaman 5 kilometer.
Farhan menegaskan, langkah mitigasi
harus dilakukan secara cepat dan terukur untuk memastikan keselamatan warga
serta meminimalkan potensi risiko lanjutan akibat aktivitas seismik.
“Saya minta BPBD langsung bergerak
melakukan pemantauan di lapangan, memastikan tidak ada dampak serius terhadap
bangunan maupun keselamatan warga,” ujar Farhan.
Selain pemantauan lapangan, Farhan
juga meminta BPBD Kota Bandung untuk terus menjalin koordinasi intensif dengan
BMKG guna memantau perkembangan situasi serta mengantisipasi kemungkinan
terjadinya gempa susulan.
“Koordinasi dengan BMKG sangat penting
agar informasi yang diterima selalu terkini dan akurat, sehingga langkah
antisipasi bisa dilakukan sejak dini,” katanya.
Farhan turut mengimbau masyarakat Kota Bandung agar tetap waspada namun tidak panik. Ia meminta warga untuk kembali mengingat dan menerapkan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana yang selama ini telah disosialisasikan oleh BPBD.

Warga Bandung berkumpul di lapangan pasca terjadi gempa M 2,7
“Masyarakat diminta tetap tenang,
waspada, dan mengikuti panduan siaga bencana. Prosedur penyelamatan diri saat
gempa sudah sering disampaikan dan perlu kita ingat kembali,” tuturnya.
Menurut Farhan, kesiapsiagaan bersama
antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi
bencana, termasuk gempa bumi.
“Keselamatan adalah yang utama.
Pemerintah siaga, masyarakat juga harus siap,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD
Kota Bandung masih terus melakukan pemantauan situasi di lapangan serta
memastikan kesiapan personel dan peralatan apabila diperlukan penanganan lebih
lanjut. (rob)
.jpeg)