![]() |
| Sampah Menumpuk di Kawasan Dago, Bandung : Farhan Tindak tegas para pembuang sampah |
Menurut Farhan, persoalan sampah di
kawasan Dago tidak semata berasal dari aktivitas warga sekitar, melainkan diduga
kuat berasal dari pasar hingga lokasi pengumpulan sampah ilegal. Kondisi
tersebut dinilai berpotensi memicu bencana lingkungan, seperti tersumbatnya
saluran air hingga ancaman longsor di sejumlah titik rawan.
“Yang di bagian belakang itu sampah
dan ini bermasalah. Sampahnya bisa datang dari pasar sampai ke tempat
pengumpulan sampah ilegal,” ujar Farhan saat meninjau lokasi di Kelurahan Dago,
Sabtu (31/1/2026).
Farhan menilai persoalan sampah tidak
dapat dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap keamanan dan
keselamatan lingkungan warga. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung akan
menelusuri asal-usul sampah yang menumpuk di lokasi tersebut untuk memastikan
pihak-pihak yang terlibat dalam praktik pembuangan sampah ilegal.
Ia menegaskan, siapapun yang terbukti
melakukan pembuangan sampah secara ilegal akan dikenakan sanksi tegas, termasuk
sanksi pidana, sebagai bentuk efek jera.
“Siapapun yang buang sampah di situ
akan kita tuntut secara pidana. Ini harus menjadi pelajaran, karena persoalan
sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut keselamatan warga,”
tegas Farhan.
![]() |
| Farhan instruksikan aparat kelurahan menutup TPS Liar RW 02 Kawasan Dago |
Sementara itu, Lurah Dago, Jusni Giri
Susilowati, mengungkapkan salah satu titik pengumpulan sampah yang menjadi
perhatian Wali Kota merupakan TPS liar yang berada di wilayah RW 02. TPS
tersebut selama ini kerap digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah tanpa
izin.
“TPS tersebut rencananya akan ditutup
sesuai arahan dari Pemerintah Kota Bandung, karena memang merupakan TPS liar,”
ujar Jusni.
Penutupan TPS liar tersebut diharapkan
dapat menghentikan praktik pembuangan sampah ilegal sekaligus mendorong
masyarakat dan pihak terkait untuk mengelola sampah sesuai dengan ketentuan
yang berlaku. (kyy/red).

.jpeg)