![]() |
| Komisi V DPRD Jabar meninjau pembangunan Asrama Haji di Kab Indramamyu |
Namun demikian, Komisi V menyoroti jarak
tempuh antara Asrama Haji Provinsi Jawa Barat yang berada di Kabupaten Indramayu
dengan BIJB Kertajati yang dinilai cukup memakan waktu dan berpotensi menambah
kelelahan jemaah.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V
DPRD Provinsi Jawa Barat, H. M. Hasbullah Rahmat, S.Pd., M.Hum, saat melakukan
peninjauan langsung ke BIJB Kertajati, Rabu (7/1/2026).
Menurut Hasbullah, waktu tempuh dari
Asrama Haji Indramayu menuju Bandara Kertajati berkisar lebih dari satu jam
perjalanan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama agar keberangkatan
jemaah haji dapat berjalan lebih nyaman dan efisien.
“Secara fisik, Bandara Kertajati sudah sangat siap. Bandara ini dibangun dengan standar internasional, runway sepanjang 3.000 meter dan lebar 60 meter mampu didarati pesawat berbadan lebar. Ruang tunggu, toilet, serta sarana dan prasarana lainnya juga sudah lengkap,” ujarnya.

Komisi V berfoto diAsrama Haji, ada tempat manasik haji
Namun, lanjut Hasbullah, persoalan jarak
tempuh menjadi tantangan tersendiri yang harus dicarikan solusi.
“Yang harus diperhatikan adalah jarak
tempuh dari Asrama Haji di Kabupaten Indramayu ke Bandara Kertajati di
Majalengka yang memerlukan waktu sekitar satu jam lebih. Ini membutuhkan
skenario pengaturan jalur dan transportasi agar jemaah tidak kelelahan di perjalanan.
Waktu tempuh harus diminimalisasi,” tegasnya.
Hasbullah menilai, secara keseluruhan
kesiapan BIJB Kertajati dalam mendukung pelayanan jemaah haji asal Jawa Barat
sudah cukup matang. Komisi V DPRD Jabar juga memastikan bahwa dari sisi sarana
dan prasarana, bandara tersebut telah memenuhi standar internasional.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi V
tidak hanya meninjau BIJB Kertajati, tetapi juga meninjau langsung Asrama Haji
Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Indramayu.
“Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan
keberangkatan jemaah haji tahun 2026 dapat berjalan dengan baik dan matang.
Selain itu, kami ingin memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji asal Jawa
Barat agar bisa berangkat dan kembali melalui bandara milik Jawa Barat
sendiri,” pungkas Hasbullah.
