Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

UKRI Jadi Tuan Rumah Nobar Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2026, Mahasiswa Diajak Memahami Diplomasi di Era “Survival Mode”

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:25 WIB Last Updated 2026-01-14T16:25:08Z
Klik
UKRI gelar Nonton Bareng Pernyataan PErs Tahunan Menteri Luar Negeri 2026



BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) menjadi pusat dialog kebijakan luar negeri dengan menggelar Nonton Bareng Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 yang dilanjutkan dengan Bincang Politik Luar Negeri (Polugri), Rabu (14/1/2026). Kegiatan berlangsung di Aula PT INITI, kampus sementara UKRI, dan merupakan inisiatif Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) yang melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis.

Acara ini diikuti 208 mahasiswa UKRI dari berbagai fakultas, serta dihadiri undangan dari sejumlah perguruan tinggi di Bandung, antara lain Universitas Islam Bandung, Telkom University, Universitas Teknologi Bandung, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Informatika, dan Universitas Bisnis Bandung. Kegiatan terbuka untuk umum dan sivitas akademika ini menjadi ruang belajar langsung mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia di tengah dinamika global.

Wakil Rektor I UKRI, Dr. Heni Haryani, S.Pd., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kemlu RI yang memilih UKRI sebagai mitra akademik. Ia menegaskan bahwa Pernyataan Pers Tahunan Menlu tidak sekadar laporan kinerja, melainkan refleksi posisi dan peran Indonesia di tingkat global.

“PPTM ini memotret dinamika geopolitik dunia, isu perdamaian, hingga kerja sama internasional, yang sangat penting dipahami oleh mahasiswa sebagai generasi penerus,” ujar Heni.

Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi sarana pembelajaran strategis karena mahasiswa dapat menyimak langsung kebijakan luar negeri yang aktual, faktual, dan relevan dengan tantangan global. Ia juga menegaskan komitmen UKRI untuk terus mendorong kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

“Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan wawasan global, kesadaran sebagai warga dunia, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam diplomasi damai,” katanya sebelum secara resmi membuka acara.

Dunia dalam “Survival Mode” dan Diplomasi Ketahanan

Sesi Bincang Polugri menghadirkan Duta Besar Adam M. Tugio, Anggota Governing Council Indonesia ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR), sebagai narasumber utama. Diskusi dimoderatori oleh Wakil Rektor UKRI Suhaeri, S.Sos., M.I.Kom., dengan penanggap Dr. Muh. Resa Yudianto Suldani, S.S., M.A., dosen Ilmu Komunikasi UKRI.

Dalam pemaparannya, Dubes Adam menyoroti analisis Kemlu RI yang menyebut dunia saat ini memasuki fase “survival mode”, ditandai melemahnya hukum internasional, meningkatnya penggunaan hard power, serta ketertinggalan institusi global. Kondisi ini menciptakan ruang abu-abu antara perdamaian dan konflik terbuka.

Ia menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia kini bergeser dari sekadar positioning menjadi instrumen strategis untuk membangun ketahanan nasional, dengan prinsip foreign policy begins at home dan pendekatan dynamic resilience yang adaptif dan antisipatif.

Capaian Diplomasi dan Tantangan Komunikasi Publik

Usai nonton bareng foto bersama


Para narasumber mengapresiasi sejumlah capaian diplomasi Indonesia, mulai dari peran sebagai agenda setter, partisipasi dalam OECD dan BRICS, kepemimpinan di Dewan HAM PBB, hingga penguatan kemitraan strategis global. Isu ketahanan ekonomi, perlindungan WNI di luar negeri, serta dukungan diplomasi terhadap program Makan Bergizi Gratis juga dibahas sebagai bagian dari diplomasi ketahanan.


Menanggapi hal tersebut, Dr. Resa Yudianto menekankan pentingnya penguatan SDM, struktur, dan kelembagaan komunikasi agar capaian diplomasi dapat tersampaikan ke publik secara lebih cepat, efektif, dan berdampak.

Mahasiswa Antusias, Dua Wakil Diundang ke Kemlu

Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi tanya jawab yang menyoroti isu stabilitas kawasan, sentralitas ASEAN, keterlibatan Indonesia di kawasan Pasifik, hingga reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mahasiswa menilai keaktifan Indonesia di forum multilateral sebagai strategi memperkuat posisi Global South.

Kejutan istimewa hadir ketika Dubes Adam mengumumkan bahwa dua mahasiswa peserta akan diundang berkunjung ke Kantor Kementerian Luar Negeri di Pejambon untuk mengikuti sesi pertemuan khusus dengan Menteri Luar Negeri RI. Mekanisme pemilihan mahasiswa akan ditentukan oleh pihak universitas atau panitia.

Acara ditutup dengan kuis interaktif dan berlangsung dinamis. Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi ruang strategis diseminasi kebijakan luar negeri sekaligus menegaskan bahwa diplomasi merupakan bagian penting dari ketahanan nasional dan masa depan generasi muda Indonesia. (*/red).

×
Berita Terbaru Update