Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pansus XII DPRD Jabar Dorong Sejarah Lokal Masuk Ranperda Pemajuan Kebudayaan

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:34 WIB Last Updated 2026-01-14T16:34:08Z
Klik
Ketua DPRD Jabar bersama Pansus XII DPRD Jabar saat kunjungi kantor Disbudpar kota Cirebon bahas Ranperda Pemajuan Kebudayaan



CIREBON, Faktabandungraya,--- Panitia Khusus (Pansus) XII DPRD Provinsi Jawa Barat berencana memasukkan sejarah lokal sebagai salah satu substansi penting dalam naskah akademik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus memastikan kebijakan kebudayaan berpijak pada kekhasan lokal.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan terbuka terhadap kemungkinan penambahan aspek lain yang relevan dalam Ranperda. Hal itu disampaikannya di sela-sela kunjungan kerja Pansus XII ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Selasa (13/1/2026).

“Sejarah lokal menjadi salah satu poin yang sedang kami diskusikan untuk dimasukkan dalam Ranperda Pemajuan Kebudayaan. Tentu saja, pembahasan ini masih dinamis dan tidak menutup kemungkinan ada penambahan substansi lainnya,” ujar Buky.

Dalam kesempatan tersebut, Buky menuturkan bahwa Peraturan Daerah tentang Pemajuan Kebudayaan milik Kota Cirebon akan dijadikan referensi penting bagi Pansus XII DPRD Jawa Barat. Perda tersebut dinilai dapat menjadi bahan perbandingan sekaligus masukan berharga dalam penyusunan regulasi kebudayaan di tingkat provinsi.

“Kota Cirebon sudah memiliki Perda Pemajuan Kebudayaan. Ini menjadi referensi penting bagi kami untuk dipelajari dan dijadikan bahan perbandingan dalam penyusunan Perda Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Cirebon Dinilai Miliki Identitas Budaya Kuat

Buky juga menilai Kota Cirebon sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki identitas budaya yang kuat dan jelas. Menurutnya, karakter budaya Cirebon sudah terasa sejak memasuki wilayah tersebut, yang ditandai dengan keberadaan Gapura Candi Bentar sebagai simbol identitas budaya daerah.

“Identitas budaya sangat penting karena mencerminkan karakter, nilai, dan sejarah masyarakat setempat. Ketika memasuki Cirebon, ciri khas itu langsung terasa,” ujarnya.

Ia turut mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menghadirkan gapura di perbatasan wilayah sebagai penanda identitas budaya daerah. Upaya tersebut dinilai efektif dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal.

Lebih lanjut, Buky menyoroti keberadaan keraton-keraton di Cirebon yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Warisan tersebut, menurutnya, perlu terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda, termasuk anak-anak sejak usia dini.

“Keraton di Cirebon merupakan warisan budaya yang sangat bernilai. Ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas budaya Jawa Barat,” pungkasnya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update