![]() |
| Ketua Baznas Jabar, Gubernur Jabar, Sekda Jabar dan Bupati Tasikmalaya dalam kegiatan Tarling bertajuk "Neleuman Poekna Peuting" di Rajapolah Kab Tasikmalaya |
Acara diawali dengan salat tarawih
berjamaah dan tausiah yang disampaikan oleh Ahmad Muwafiq atau yang akrab
disapa Gus Muwafiq. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan
sebagai momentum memperkuat ibadah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap
sesama.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi,
dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tarawih keliling bukan sekadar
agenda seremonial, melainkan ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah warga merupakan bentuk komitmen
untuk mendengar aspirasi sekaligus memastikan program sosial berjalan efektif.
“Melalui Tarling ini, kami ingin
hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, serta
memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Dedi.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat,
Dr. H. Anang Djauharuddin, menyampaikan bahwa partisipasi BAZNAS dalam kegiatan
ini merupakan bagian dari upaya memperluas kebermanfaatan zakat, infak, dan
sedekah. Bantuan yang disalurkan kepada lansia dan dhuafa, kata dia, merupakan
amanah dari para muzaki yang harus dikelola secara profesional dan tepat
sasaran.
“Kami berharap santunan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para penerima manfaat serta menjadi bukti nyata kepedulian umat melalui pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel,” tuturnya.

Tarling di Rajapolah Kab Tasikmalaya
Sementara itu, Bupati Tasikmalaya,
Cecep Nurul Yakin, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Tasikmalaya
sebagai lokasi Tarling tingkat provinsi. Ia menilai kehadiran Gubernur beserta
jajaran pemerintah provinsi membawa semangat baru bagi masyarakat untuk terus
menjaga kebersamaan dan nilai-nilai religius.
Di akhir kegiatan, Gubernur bersama
BAZNAS Jawa Barat dan perangkat daerah menyerahkan santunan secara simbolis
kepada kelompok lansia dan dhuafa. Penyaluran bantuan tersebut disambut
antusias warga yang berharap kegiatan serupa terus berlanjut.
Tarling “Neleuman Poekna Peuting”
pun ditutup dengan doa bersama, menegaskan komitmen membangun Jawa Barat yang
religius, peduli, dan sejahtera melalui kolaborasi antara pemerintah dan
masyarakat. (*/red).
