Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Komisi V DPRD Jabar Tinjau RKB SMAN 20 Bekasi, Target Rampung dan Dipakai Tahun Ajaran Baru

Rabu, 04 Februari 2026 | 23:58 WIB Last Updated 2026-02-04T16:58:48Z
Klik
Ketua Komisi V H. Yomanius Untung saat meninjau pembangunan SMAN 20 Kota Bekasi



KOTA BEKASI, FAKTABANDUNGRAYA — Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat meninjau progres pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMA Negeri 20 Kota Bekasi yang hingga kini belum tuntas akibat kendala anggaran tahun 2025. Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut rapat kerja serta laporan pengawasan Dinas Pendidikan dan temuan anggota komisi di lapangan, Rabu (4/2/2026).

Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, mengatakan peninjauan tersebut bertujuan memastikan kepastian penyelesaian pembangunan, khususnya agar bangunan dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru mendatang.

“Ada laporan pembangunan yang belum tuntas pada anggaran 2025. Maka menjadi kewajiban kami untuk memantau langsung dan memastikan proyeksi penyelesaiannya,” ujar Yomanius di lokasi.

Menurutnya, pengawasan DPRD tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada kebermanfaatan bangunan bagi peserta didik. Dari rencana pembangunan 20 ruang kelas baru, hingga saat ini baru 10 ruang yang dapat dimanfaatkan sehingga penggunaannya masih dilakukan secara bertahap.

“Yang terpenting bangunan ini bisa digunakan siswa dengan nyaman saat tahun ajaran baru. Daya tampung sekolah saat ini masih belum terpenuhi,” katanya.

Yomanius menyebutkan, penyelesaian sisa pekerjaan masih menunggu hasil evaluasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 15 hingga 20 hari. Namun, Komisi V juga menemukan sejumlah catatan teknis di lapangan, salah satunya terkait fasilitas sanitasi di dalam ruang kelas.

“Temuan kami, toilet di dalam RKB belum dilengkapi exhaust vent. Ini berpotensi menimbulkan masalah kenyamanan. Orientasi kami jelas, bangunan harus benar-benar bermanfaat bagi siswa,” tegasnya.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Lilis Nurlaila, menilai progres pembangunan belum sebanding dengan sisa waktu pengerjaan yang tersedia. Berdasarkan hasil peninjauan, pembangunan RKB SMA Negeri 20 Kota Bekasi baru mencapai sekitar 72 persen.

“Dengan sisa waktu yang terbatas, perlu komitmen semua pihak agar pembangunan bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.

Pimpinan dan anggota Komisi V saat meninjau pembangunan RKB SMAN 20 Kota Bekasi

 
 

Lilis menjelaskan keterlambatan pembangunan disebabkan sejumlah kendala, mulai dari keterlambatan awal pekerjaan, persoalan sosial dengan warga sekitar, hingga akses menuju sekolah yang masih melintasi lahan milik pihak lain dan membutuhkan koordinasi lintas instansi.

Sementara itu, Anggota Komisi V lainnya, Irpan Haeroni, menekankan pentingnya pengawasan kualitas pekerjaan agar penyelesaian pembangunan tidak dilakukan secara tergesa-gesa dan mengorbankan mutu bangunan.

“Pekerjaan harus selesai dengan baik dan sesuai ketentuan. Jangan sampai kualitas dikorbankan demi mengejar waktu,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala SMA Negeri 20 Kota Bekasi, Sri Suwarsih, berharap pembangunan lanjutan dapat kembali dianggarkan pada 2026 agar kapasitas ruang kelas dapat ditambah. Saat ini, sekolah yang berdiri sejak 2016 tersebut masih menerapkan sistem pembelajaran bergantian karena keterbatasan ruang.

“Kami berharap seluruh kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan satu shift, sehingga tidak mengganggu kenyamanan dan dapat meningkatkan semangat serta prestasi siswa,” pungkasnya. (*/sein).

×
Berita Terbaru Update