Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Progres Baru 72 Persen, Komisi V DPRD Jabar Dorong Penyelesaian RKB SMAN 20 Bekasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 00:48 WIB Last Updated 2026-02-04T17:48:08Z
Klik
Pimpinan dan anggota Komisi V saat meninjau progres pembangunan RKB SMAN 20 Kota Bekasi



BEKASI, FAKTABANDUNGRAYA — Komisi V DPRD Jawa Barat mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMA Negeri 20 Kota Bekasi yang hingga kini baru mencapai 72 persen. Keterlambatan pembangunan dipicu sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan anggaran tahun 2025, keterlambatan awal pekerjaan, hingga persoalan sosial dengan masyarakat sekitar.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat H.M. Hasbullah Rahmad mengatakan, kendala tersebut harus segera dievaluasi dan diselesaikan agar pembangunan RKB dapat rampung dan digunakan pada tahun ajaran baru 2026–2027.

“Semua kendala harus segera dibereskan. Target kami jelas, saat tahun ajaran baru dimulai, ruang kelas sudah bisa digunakan,” kata Hasbullah Rahmad yang akrab disapa Bang Has, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, dalam rapat kerja Komisi V bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat, terungkap adanya keterlambatan pembangunan RKB SMAN 20 Kota Bekasi. Dari rencana awal pembangunan 20 ruang kelas, hingga kini baru 10 ruang yang berhasil diselesaikan.

Untuk memastikan kondisi riil di lapangan, Komisi V DPRD Jawa Barat kemudian melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Hasilnya, progres pembangunan RKB memang baru mencapai 72 persen.

“Atas dasar itu, kami mendorong Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan untuk segera menuntaskan pembangunan, sehingga seluruh RKB dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru 2026–2027,” ujarnya.

Meski mendorong percepatan, Bang Has menegaskan pembangunan tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa dengan mengorbankan kualitas. Ia mengingatkan agar mutu bangunan dan aspek keselamatan warga sekolah tetap menjadi prioritas.

“Kami mendorong percepatan, tapi bukan asal jadi. Kualitas harus terjamin dan tidak membahayakan guru, tenaga kependidikan, maupun siswa,” tegasnya.

Terkait kemungkinan kebutuhan tambahan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan dan melengkapi sarana pendukung pembelajaran, Komisi V DPRD Jawa Barat menyatakan siap mendorong alokasi anggaran melalui APBD Perubahan 2026.

“Dengan sisa waktu yang terbatas, dibutuhkan komitmen semua pihak agar pembangunan bisa selesai tepat waktu,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 20 Kota Bekasi, Sri Suwarsih, berharap pembangunan lanjutan dapat kembali dianggarkan pada 2026 agar kapasitas ruang kelas dapat ditambah. Saat ini, sekolah yang berdiri sejak 2016 tersebut masih menerapkan sistem pembelajaran bergantian akibat keterbatasan ruang.

“Kami berharap seluruh kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan satu shift, sehingga lebih nyaman dan berdampak pada peningkatan semangat serta prestasi siswa,” pungkasnya. (*/sein)

×
Berita Terbaru Update