Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Reses Sri Rahayu di Karawang, Warga Soroti Krisis Pengelolaan Sampah

Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:19 WIB Last Updated 2026-02-28T13:32:52Z
Klik
Hj.Sri Rahayu melaksanakan reses di KEc. Karawang Barat-Kab.Karawang



KARAWANG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Persoalan sampah kembali menjadi keluhan utama warga saat anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Rahayu, menggelar kegiatan reses di Anjun Tambakjaya, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Jumat (27/2/2026). Dalam dialog terbuka tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai permasalahan terkait pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal.

Kegiatan reses yang merupakan agenda rutin DPRD Provinsi Jawa Barat itu dimanfaatkan warga untuk menyuarakan keresahan mereka secara langsung kepada wakil rakyat. Tumpukan sampah di sejumlah titik disebut kerap menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu kesehatan, hingga menyumbat saluran drainase.

Salah seorang warga mengungkapkan, saat hujan deras turun, air dengan cepat meluap akibat saluran air tersumbat sampah. Kondisi tersebut memicu genangan di permukiman dan berpotensi merusak infrastruktur sekitar.

“Kalau hujan deras, air cepat meluap karena saluran tersumbat sampah. Ini sudah sering terjadi,” ujarnya dalam forum dialog.

Menurut warga, permasalahan sampah bukan semata persoalan kebersihan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan lingkungan. Mereka berharap adanya langkah konkret, seperti penambahan tempat pembuangan sementara (TPS), peningkatan armada pengangkut sampah, serta edukasi berkelanjutan mengenai pengelolaan sampah rumah tangga.

Menanggapi aspirasi tersebut, Sri Rahayu menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Ia menilai persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan secara insidental atau hanya saat muncul keluhan.

“Sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah tidak boleh musiman. Harus ada pembinaan terus-menerus agar masyarakat terbiasa memilah dan mengelola sampah dengan benar,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta DPRD kabupaten/kota dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Aspirasi warga Karawang, lanjutnya, akan dibawa ke tingkat provinsi untuk dibahas dalam forum legislatif.

Sri Rahayu mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai solusi jangka panjang. Upaya pengurangan sampah dari sumbernya dinilai menjadi strategi efektif untuk menekan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Beberapa langkah yang disoroti antara lain pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, pengembangan bank sampah di tingkat RW atau kelurahan, optimalisasi peran kader lingkungan dan karang taruna, serta sinergi antara program provinsi dengan kebutuhan riil masyarakat.

Hj.Sri Rahayu menyalami peserta reses


Kegiatan reses sendiri merupakan kewajiban anggota legislatif untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi. Hasil reses selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program serta fungsi pengawasan kebijakan pemerintah daerah.


Sri Rahayu memastikan seluruh masukan warga akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD Provinsi Jawa Barat. Ia berharap, persoalan sampah di Karawang dapat ditangani secara komprehensif dengan dukungan lintas sektor.

“Masalah lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah harus hadir, tapi masyarakat juga harus berperan aktif,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya kepedulian serta komitmen bersama, warga berharap persoalan sampah yang selama ini menjadi momok tahunan dapat segera teratasi, sehingga tercipta lingkungan Karawang yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. (fj/sein).

×
Berita Terbaru Update