Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bandung Jadi Pusat Pengembangan Sepak Bola Putri, Women Empowerment in Football Cetak Pelatih dan Talenta Masa Depan

Minggu, 12 April 2026 | 23:04 WIB Last Updated 2026-04-12T16:04:44Z
Klik
Wali kota Bandung Farhan didampingi Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa dlm gelaran Women Empowerment in Forball 2026 di Stadion Sidolig Banduug


 
 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan olahraga, khususnya sepak bola putri, melalui gelaran Women Empowerment in Football 2026 yang berlangsung di Lapangan Sidolig, 11–12 April 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mencetak pelatih serta talenta sepak bola perempuan yang berdaya saing global. Program coaching clinic hasil kolaborasi PSSI dan French Football Federation ini juga melibatkan Institut Français Indonesia serta Kedutaan Besar Prancis di Indonesia.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa momentum ini menjadi titik penting dalam mendorong peran perempuan di kancah sepak bola nasional hingga internasional.

“Ini saatnya kita membuktikan bahwa masa depan sepak bola Indonesia di tingkat dunia ada di tangan para pelatih dan pemain sepak bola wanita,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Dalam perspektif olahraga, program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan pemain, tetapi juga peningkatan kualitas pelatih perempuan melalui pendekatan berbasis kurikulum internasional. Para peserta mendapatkan materi komprehensif, mulai dari teknik dasar seperti shooting, passing, dan kontrol bola, hingga pemahaman taktik seperti membaca permainan, pergerakan tanpa bola, dan koordinasi tim.

Metode pelatihan yang diterapkan menggabungkan sesi praktik di lapangan dan pembelajaran di kelas, termasuk diskusi taktik dan simulasi pertandingan mini. Pendekatan ini dirancang untuk membentuk pemain dan pelatih yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga cerdas secara strategi.

Ketua DPRD Jabar  DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, menilai kegiatan ini memiliki nilai lebih karena mendorong kesetaraan gender dalam dunia olahraga.

Menurutnya, sepak bola dapat menjadi ruang yang inklusif bagi perempuan untuk berkembang, sekaligus membuka peluang prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Inilah peserta sepakbola puri "Women Empowerment in Football 2026


Dipilihnya Bandung sebagai tuan rumah tidak lepas dari potensi besar daerah ini dalam melahirkan talenta muda, termasuk dari kalangan perempuan. Antusiasme peserta yang tinggi menjadi indikator kuat bahwa sepak bola putri memiliki masa depan cerah di Indonesia.

Melalui Women Empowerment in Football 2026, diharapkan lahir generasi baru pelatih dan pemain sepak bola putri yang mampu bersaing di level internasional, sekaligus memperkuat fondasi sepak bola Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (ray/red).

 

×
Berita Terbaru Update