![]() |
| Wali kota Bandung Farhan didampingi Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa dlm gelaran Women Empowerment in Forball 2026 di Stadion Sidolig Banduug |
Kegiatan ini menjadi langkah
konkret dalam mencetak pelatih serta talenta sepak bola perempuan yang berdaya
saing global. Program coaching clinic hasil kolaborasi PSSI dan French Football
Federation ini juga melibatkan Institut Français Indonesia serta Kedutaan Besar
Prancis di Indonesia.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
menegaskan bahwa momentum ini menjadi titik penting dalam mendorong peran
perempuan di kancah sepak bola nasional hingga internasional.
“Ini saatnya kita membuktikan bahwa
masa depan sepak bola Indonesia di tingkat dunia ada di tangan para pelatih dan
pemain sepak bola wanita,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Dalam perspektif olahraga, program
ini tidak hanya berfokus pada pengembangan pemain, tetapi juga peningkatan
kualitas pelatih perempuan melalui pendekatan berbasis kurikulum internasional.
Para peserta mendapatkan materi komprehensif, mulai dari teknik dasar seperti
shooting, passing, dan kontrol bola, hingga pemahaman taktik seperti membaca
permainan, pergerakan tanpa bola, dan koordinasi tim.
Metode pelatihan yang diterapkan
menggabungkan sesi praktik di lapangan dan pembelajaran di kelas, termasuk
diskusi taktik dan simulasi pertandingan mini. Pendekatan ini dirancang untuk
membentuk pemain dan pelatih yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga
cerdas secara strategi.
Ketua DPRD Jabar DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, menilai kegiatan
ini memiliki nilai lebih karena mendorong kesetaraan gender dalam dunia
olahraga.
Menurutnya, sepak bola dapat
menjadi ruang yang inklusif bagi perempuan untuk berkembang, sekaligus membuka
peluang prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
![]() |
| Inilah peserta sepakbola puri "Women Empowerment in Football 2026 |
Melalui Women Empowerment in
Football 2026, diharapkan lahir generasi baru pelatih dan pemain sepak bola
putri yang mampu bersaing di level internasional, sekaligus memperkuat fondasi
sepak bola Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (ray/red).

