Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dedi Mulyadi dan Maruarar Sirait Resmikan Bedah 40.000 Rumah di Jabar, Dorong Ekonomi Warga

Rabu, 15 April 2026 | 16:11 WIB Last Updated 2026-04-15T09:11:15Z
Klik
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memperlihatkan  rumah hasil bedah rumah


Kab.BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Gubernur Dedi Mulyadi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meresmikan dimulainya program bedah rumah di Jawa Barat. Program tersebut menargetkan renovasi hingga 40.000 unit rumah tidak layak huni sepanjang 2026.

Peresmian dilakukan secara simbolis dengan merenovasi 10 rumah di Kampung Kiaraeunyeuh, Desa Banyusari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Senin malam (13/4/2026). Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian PKP.

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi—yang akrab disapa KDM—menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh program tersebut. Ia bahkan menambahkan bantuan pribadi untuk penerima manfaat.

“Dari kementerian sebesar Rp20 juta, insyaallah dari saya ada tambahan Rp20 juta lagi, termasuk untuk membantu modal usaha warga,” ujar Dedi saat meninjau rumah milik salah satu penerima bantuan.

Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dengan skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Setiap unit rumah mendapatkan bantuan Rp20 juta yang digunakan untuk pembelian material dan biaya tenaga kerja.

Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan, secara nasional program ini menargetkan renovasi 400.000 rumah, dengan Jawa Barat menjadi provinsi penerima manfaat terbesar, yakni hampir 40.000 unit. Ia menilai program ini tidak hanya memperbaiki kualitas hunian, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Melalui skema tender rakyat BSPS, masyarakat dilibatkan langsung, termasuk UMKM lokal penyedia bahan bangunan. Ini menciptakan transparansi sekaligus perputaran ekonomi di daerah,” jelasnya.

Dalam mekanisme tersebut, kelompok penerima manfaat akan mengundang sejumlah toko bangunan lokal untuk bersaing menawarkan harga terbaik. Hasilnya, efisiensi anggaran dapat dicapai dan sisa dana bisa dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan tambahan.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyebutkan bahwa di wilayahnya program ini menyasar 966 rumah tidak layak huni yang tersebar di 63 desa di 23 kecamatan.

Ia berharap program ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Bandung. “Ini bukan hanya soal rumah, tetapi tentang menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi warga,” ujarnya.

Dengan dimulainya program ini, pemerintah berharap upaya pengentasan kemiskinan melalui penyediaan hunian layak dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis partisipasi masyarakat. (*/red).

×
Berita Terbaru Update