![]() |
| Anggota Komisi IV DPRD Jabar Tedy Rusmawan |
Dalam pertemuan tersebut, para penggiat
bank sampah dari sejumlah daerah seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung,
Kabupaten Bandung Barat, hingga Kota Banjar dan Bekasi menyampaikan berbagai
aspirasi terkait pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat,
Tedy Rusmawan, mengatakan kehadiran perwakilan dari berbagai daerah menunjukkan
tingginya kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah. Menurutnya, forum
ini menjadi ruang penting untuk menyerap aspirasi sekaligus merumuskan langkah
strategis ke depan.
“Partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah sudah sangat baik, khususnya melalui bank sampah. Namun,
dukungan dari pemerintah daerah masih perlu diperkuat agar gerakan ini lebih
optimal,” ujarnya usai audiensi.
Ia menekankan bahwa Dinas
Lingkungan Hidup (DLH) sebagai leading sector memiliki peran strategis dalam
memperkuat program tersebut. Bentuk dukungan yang dimaksud meliputi pembinaan,
pendampingan, serta peningkatan kapasitas para penggiat bank sampah di
lapangan.
Menurut Tedy, selama ini bank sampah telah memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi volume sampah. Namun, tanpa dukungan kebijakan dan fasilitasi yang memadai, upaya tersebut sulit berkembang secara maksimal.
![]() |
| Tedy Rusmawan bersama perwakilan Forum Bank Sampah se Jabar |
Selain itu, DPRD Jawa Barat juga
membuka peluang kerja sama yang lebih intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa
Barat, khususnya dalam aspek pembinaan, konsultasi, dan supervisi program
pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Ke depan, melalui DLH Provinsi Jawa
Barat, pembinaan diharapkan dapat menjangkau DLH kabupaten dan kota secara
lebih merata dan berkelanjutan. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan
sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani persoalan sampah.
“Dengan komitmen yang kuat dari
semua pihak, kami optimistis pengelolaan sampah di Jawa Barat dapat menjadi
lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Tedy.
Langkah ini diharapkan tidak hanya
mampu menekan volume sampah, tetapi juga memperkuat kesadaran dan partisipasi
masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. (*/red).

