![]() |
| Alm Sekretaris Jenderal PWI Pusat Sulmansyah Sekedang |
Sebelum mengembuskan napas
terakhir, Zulmansyah diketahui masih menjalankan aktivitas organisasinya. Pada
Jumat malam, ia menghadiri acara deklarasi peluncuran Serikat Wartawan Senior
Indonesia (SWSI) di kawasan kampus LSPR, Jakarta. Usai kegiatan tersebut, ia
bersama sejumlah pengurus PWI melanjutkan agenda makan malam di kawasan Jalan
Jaksa, Jakarta Pusat.
Namun sekitar pukul 21.00 WIB,
kondisi kesehatannya mendadak menurun. Ia mengalami keluhan sesak dada hebat,
disertai lemas dan muntah. Rekan-rekannya segera membawanya ke rumah sakit
untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut keterangan Sumber Rajasa
Ginting, dokter mendiagnosis Zulmansyah mengalami serangan jantung, sejalan
dengan riwayat penyakit yang dimilikinya. Tim medis sempat merekomendasikan
rujukan ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk penanganan
lebih lanjut. Namun, takdir berkata lain. Di tengah upaya tersebut, nyawa
almarhum tidak tertolong.
Kepergian Zulmansyah menjadi
kehilangan besar bagi keluarga besar PWI dan insan pers Indonesia. Sosoknya
dikenal sebagai pribadi yang hangat, komunikatif, serta memiliki dedikasi
tinggi terhadap organisasi dan profesi jurnalistik.
Dalam perjalanan karier
organisasinya, Zulmansyah menorehkan rekam jejak panjang. Ia pernah menjabat
sebagai Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode, kemudian dipercaya
mengemban berbagai posisi strategis di tingkat pusat, termasuk sebagai
Pelaksana Tugas Ketua Umum hingga akhirnya menjabat Sekretaris Jenderal PWI
Pusat.
Perannya sebagai figur pemersatu
juga dikenang banyak pihak. Ia dinilai berkontribusi dalam meredakan dinamika
internal organisasi, termasuk dalam proses Kongres Persatuan yang menyatukan
kepengurusan PWI.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir,
menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Zulmansyah.
“Kami kehilangan sosok yang total
dalam bekerja dan selalu mengutamakan kepentingan organisasi. Semangat beliau
akan terus menjadi inspirasi bagi kami semua,” ujarnya.
PWI Pusat mengajak seluruh anggota,
insan pers, dan masyarakat luas untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan
tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepergiannya meninggalkan duka
mendalam, sekaligus jejak pengabdian yang akan terus dikenang dalam perjalanan
dunia jurnalistik Indonesia.(*/red).
