![]() |
| Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, |
Tahapan akhir ini menjadi krusial
karena berkaitan langsung dengan proses administrasi, penilaian, penerbitan
sertifikat, hingga pencairan uang saku peserta. Selain itu, fase ini juga
menjadi penegas bahwa pengalaman magang selama enam bulan di dunia industri
harus dapat diterjemahkan menjadi bekal nyata untuk memasuki dunia kerja.
Direktur Jenderal Pembinaan
Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah,
menegaskan bahwa pengalaman kerja yang telah dijalani peserta merupakan modal
penting dalam meningkatkan daya saing.
“Peserta kini lebih siap kerja.
Pengalaman selama enam bulan di industri menjadi nilai tambah yang signifikan,”
ujarnya dalam kegiatan final briefing yang digelar secara virtual, Jumat
(17/4/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi
kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari peserta, perusahaan mitra,
mentor, hingga pengelola program. Menurutnya, program magang tidak hanya
memberikan pengalaman kerja langsung, tetapi juga memperkuat kemampuan teknis
dan nonteknis, seperti komunikasi, kerja sama tim, serta adaptasi di lingkungan
kerja.
Sementara itu, Kepala Barenbang
Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menjelaskan bahwa peserta wajib menyelesaikan
sejumlah tahapan administratif sebagai syarat pencairan uang saku. Di antaranya
adalah melakukan presensi akhir, menyusun laporan bulanan, serta mengisi
kuesioner program.
“Kelancaran proses penutupan
program sangat ditentukan oleh kelengkapan tahapan akhir ini,” jelasnya.
Tidak hanya peserta, perusahaan
mitra juga memiliki tanggung jawab dalam periode 19–22 April 2026. Operator
perusahaan diwajibkan menyiapkan sertifikat magang melalui platform MagangHub,
termasuk melengkapi identitas peserta dan pengesahan dokumen secara elektronik.
Selain itu, laporan sertifikasi kompetensi dan data penempatan kerja juga harus
diinput.
Di sisi lain, mentor berperan dalam
menyetujui presensi dan laporan peserta, memberikan penilaian akhir, serta
memastikan pengajuan uang saku dilakukan setelah seluruh kewajiban terpenuhi.
Program Magang Nasional Batch I
dijadwalkan resmi ditutup pada 24 April 2026. Penutupan ini menjadi akhir dari
rangkaian pembelajaran berbasis industri yang telah berlangsung selama enam
bulan.
Pemerintah juga menyiapkan tindak
lanjut berupa pelatihan daring dan sertifikasi kompetensi bagi para peserta.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi uji
kompetensi sekaligus meningkatkan peluang untuk terserap di dunia kerja.
Dengan selesainya program ini,
Kemnaker berharap para peserta tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga
memiliki kesiapan yang lebih matang untuk bersaing di pasar kerja yang semakin
kompetitif. (*/red).
