Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Harga Plastik Naik Tajam, Pemkot Bandung Ajak Warga Beralih ke Kantong Ramah Lingkungan

Senin, 20 April 2026 | 20:53 WIB Last Updated 2026-04-20T13:53:38Z
Klik
Wali kota Bandung M.Farhan himbau masyarakat menggurangi kantong plastik sekali pakai menyusul lonjakan harga plastik



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai menyusul lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Imbauan tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat melakukan monitoring harga bahan pokok di Pasar Sederhana, Senin (20/4/2026).

Farhan menjelaskan, kenaikan harga plastik dipicu oleh meningkatnya harga bahan baku petrokimia di pasar global. Kondisi ini membuat biaya produksi melonjak dan berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang.

“Plastik merupakan turunan dari produk petrokimia yang bergantung pada minyak bumi dan gas. Ketika harga energi meningkat, produksi menurun dan harga plastik ikut naik,” ujarnya.

Ia menyebut, lonjakan harga bahkan mencapai hampir 10 kali lipat, sehingga membebani pelaku usaha kecil dan memengaruhi pola belanja masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung mendorong warga untuk mulai membawa kantong belanja sendiri yang dapat digunakan berulang kali. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan membawa wadah pribadi saat membeli makanan guna mengurangi ketergantungan pada kemasan plastik.

Menurut Farhan, langkah sederhana tersebut tidak hanya membantu menekan pengeluaran, tetapi juga berdampak positif terhadap pengurangan sampah plastik di lingkungan.

Di sisi lain, Pemkot memastikan ketersediaan bahan pokok relatif aman, terutama beras yang masih stabil. Meski demikian, sejumlah komoditas seperti gula dan kedelai terpantau mengalami kenaikan harga akibat dinamika produksi dan distribusi global.

Pemerintah kota akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas harga serta memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga di masyarakat. (rob/red).

×
Berita Terbaru Update