Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Dorong Disabilitas Jadi Wirausaha Mandiri Lewat Pelatihan Inklusif

Senin, 20 April 2026 | 20:16 WIB Last Updated 2026-04-20T13:16:14Z
Klik
Kemnaker RI buka Layanan Kewirausahaan 2026 bertema “Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama” di Bantul



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperluas peluang kerja bagi penyandang disabilitas dengan mendorong kewirausahaan sebagai jalur kemandirian ekonomi. Upaya ini diwujudkan melalui program pelatihan yang tidak hanya membekali keterampilan, tetapi juga membuka akses pengembangan usaha.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, saat membuka Kegiatan Layanan Kewirausahaan 2026 bertema “Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama” di Bantul, Jumat (17/4/2026).

Dalam sambutannya, Sukro menegaskan bahwa peluang kerja tidak hanya terbatas pada sektor formal seperti aparatur sipil negara atau karyawan perusahaan. Menurutnya, masyarakat—termasuk penyandang disabilitas—memiliki kesempatan luas untuk menciptakan lapangan kerja sendiri melalui usaha mandiri, ekonomi kreatif, hingga pemanfaatan teknologi digital.

“Lowongan kerja itu ada di mana-mana. Tidak hanya di perusahaan, tetapi juga bisa diciptakan sendiri. Yang perlu kita dorong adalah bagaimana masyarakat beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” ujarnya.

Program ini menghadirkan dua fokus utama, yakni pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas serta penguatan kapasitas bagi pelaku UMKM rintisan. Sukro menekankan bahwa keterbatasan fisik bukan menjadi hambatan untuk berkarya dan berinovasi.

Staf Khusus Mennaker, Sukro Muhab, membuka Kegiatan Layanan Kewirausahaan 2026



“Keterbatasan fisik bukan penghalang. Yang terpenting adalah kreativitas dan kemampuan berpikir. Kami ingin memastikan teman-teman disabilitas memiliki akses yang sama untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Selain pelatihan, Kemnaker juga menyediakan jalur lanjutan melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Program ini dirancang untuk membantu peserta yang telah merintis usaha agar dapat meningkatkan skala bisnisnya, termasuk melalui pendampingan dan akses pembiayaan.

“Kami tidak hanya melatih, tetapi juga mendampingi dan membuka akses pembiayaan. Harapannya, usaha yang dirintis dapat berkembang dan bahkan menyerap tenaga kerja baru,” kata Sukro.

Melalui langkah ini, Kemnaker berharap dapat menciptakan ekosistem wirausaha yang inklusif sekaligus memperkuat peran penyandang disabilitas sebagai bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. (*/red).

×
Berita Terbaru Update