Tim pemenang terdiri atas Ardi
Hidayat (angkatan 2024), Gumilar Maulana Shidiq (angkatan 2024), dan Taufiq
Ismail (angkatan 2025). Mereka mengusung inovasi berupa sistem otomasi dan
pemantauan pertanian berbasis computer vision yang dirancang untuk meningkatkan
efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan tanaman. Sistem tersebut
mengintegrasikan sensor dengan analisis citra digital guna memantau pertumbuhan
tanaman serta mendeteksi potensi serangan hama secara real time.
Secara konseptual, karya ini
memanfaatkan pendekatan kecerdasan buatan melalui penerapan machine learning
dan pengolahan citra digital. Integrasi perangkat keras dan perangkat lunak
menjadi aspek krusial dalam memastikan sistem dapat bekerja secara optimal
sesuai dengan kebutuhan lapangan. Inovasi ini dinilai memiliki nilai kebaruan
dan kebermanfaatan yang tinggi, khususnya dalam mendukung transformasi sektor
pertanian menuju praktik yang lebih modern dan berbasis teknologi.
LKCT merupakan kompetisi ilmiah
yang menuntut peserta untuk tidak hanya menghadirkan ide kreatif, tetapi juga
menyusun kerangka implementasi yang sistematis serta mempresentasikan hasil
penelitian secara akademik di hadapan dewan juri. Dalam konteks tersebut,
keberhasilan tim USB YPKP menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam
mengintegrasikan aspek konseptual, teknis, dan komunikatif secara komprehensif.
Ketua tim, Ardi Hidayat,
menyampaikan bahwa proses persiapan kompetisi menjadi pengalaman akademik yang
signifikan, terutama dalam mengembangkan kemampuan kolaborasi dan problem
solving. Tantangan yang dihadapi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga
berkaitan dengan penyelarasan ide antaranggota tim. Namun demikian, dinamika
tersebut justru berkontribusi dalam menghasilkan solusi yang lebih matang dan
terstruktur.
Dukungan institusional turut
menjadi faktor penting dalam keberhasilan ini. Bimbingan dari dosen, khususnya
Nina Lestari, S.T., M.T., serta Ketut Abimanyu, S.T., M.T., memberikan
kontribusi dalam penyempurnaan konsep dan penguatan kesiapan presentasi.
Pendampingan akademik tersebut menunjukkan peran strategis dosen dalam
mendorong pengembangan potensi mahasiswa di bidang riset dan inovasi.
Ke depan, tim berencana
mengembangkan inovasi ini ke tahap implementasi yang lebih aplikatif, seperti
pengembangan sistem greenhouse terintegrasi. Upaya ini diharapkan tidak hanya
berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata dalam
pengembangan teknologi pertanian serta menjadi sarana pembelajaran dan
penelitian di lingkungan kampus.
Prestasi ini diharapkan mampu
menjadi stimulus bagi mahasiswa lainnya untuk aktif dalam kegiatan riset dan
kompetisi ilmiah. Selain sebagai ajang pencapaian, kompetisi semacam ini juga
berperan dalam membangun budaya akademik yang produktif, kolaboratif, dan
berorientasi pada solusi. Dengan demikian, Universitas Sangga Buana YPKP
diharapkan terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang
adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (*/red).
