Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Resmi Dimulai, 10 Ribu Lebih Peserta Siap Masuk Dunia Kerja

Rabu, 08 April 2026 | 23:12 WIB Last Updated 2026-04-08T16:12:50Z
Klik

Menaker RI Yassierli membuka resmi Pelatihan Vokasi Nasional 2026  di BBPVP Bekasi



BEKASI, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi memulai Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026 yang diikuti lebih dari 10 ribu peserta dari lulusan SMA dan SMK sederajat di seluruh Indonesia.


Kick-off program ini dipusatkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Rabu (8/4/2026), dan dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, didampingi Wakil Menteri Afriansyah Noor, serta jajaran pejabat terkait.

Dalam sambutannya, Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja.

“Pelatihan vokasi adalah kunci untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja. Ini menjadi langkah konkret dalam menekan angka pengangguran,” ujarnya.

Menaker RI bersama peserta pelatihan Vokasi Nasional


Sepanjang tahun 2026, program ini menargetkan sebanyak 70.000 peserta dengan pembiayaan dari APBN. Untuk Batch I, pelatihan telah dimulai sejak 1 April 2026 dengan jumlah peserta yang lolos seleksi mencapai 10.405 orang dari total hampir 30 ribu pendaftar melalui platform Skillhub.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.833 peserta lolos melalui jalur seleksi umum, sementara 4.572 lainnya berasal dari jalur kerja sama afirmatif dengan mitra industri dan komunitas. Para peserta akan mengikuti pelatihan yang tersebar di berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia.

Menariknya, sekitar 50 persen peserta pada batch pertama ini telah mengantongi komitmen penempatan kerja setelah menyelesaikan pelatihan. Hal ini menunjukkan kuatnya keterkaitan antara program vokasi dengan kebutuhan dunia industri.

Selain itu, program ini juga dirancang secara inklusif dengan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk ikut serta dalam pelatihan.

Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan secara gratis, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang seperti makan siang, bantuan transportasi, jaminan kecelakaan kerja dan kematian, sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), hingga fasilitas asrama untuk pelatihan tertentu.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Darmawansyah, menambahkan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten.

“Dengan sistem yang transparan dan berbasis kebutuhan industri, kami berharap program ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing tenaga kerja Indonesia,” katanya.

Proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara terpusat melalui platform digital Skillhub, guna memastikan pelaksanaan yang transparan, inklusif, dan non-diskriminatif.

Melalui pendekatan yang semakin terintegrasi, Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam memperluas kesempatan kerja serta menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar global. (*/red).

  

×
Berita Terbaru Update