Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Aksi Ricuh Diduga Anarko Warnai May Day di Bandung, Rasdian Setiadi : Fasilitas Lalu Lintas Rusak 75 Persen

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:30 WIB Last Updated 2026-05-02T15:30:40Z
Klik
Wali kota Bandung didampingi Kadishub mengecek kerusakan Fasilitas Lalu Lintas yg dirusak


 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Bandung yang semula berlangsung aman dan kondusif sejak pagi hingga sore, berubah ricuh pada malam hari. Kerusuhan diduga melibatkan kelompok anarko di kawasan Dago Cikapayang, Jumat (1/5/2026).

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menjelaskan bahwa pengamanan telah dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI, Polri, dan dinas terkait. Apel pengamanan gabungan digelar di Polrestabes Bandung sejak pagi hari.

“Sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, personel gabungan siaga di sekitar Gedung Sate dan DPRD Provinsi Jawa Barat. Situasi saat itu terpantau aman dan tidak ada pergerakan massa yang signifikan,” ujar Bambang, Sabtu (2/5/2026).

Menjelang sore, sekitar pukul 16.30 WIB, sejumlah massa mulai melakukan aksi orasi di sekitar kawasan Gedung Sate. Aksi tersebut sempat diwarnai pembakaran ban, namun massa membubarkan diri secara tertib.

Situasi mulai memanas pada pukul 18.00 WIB di kawasan Dago Cikapayang. Kelompok yang diduga anarko disebut mulai melakukan tindakan anarkis dengan membakar ban dan water barrier. Kericuhan meningkat setelah massa dari arah Jalan Tamansari bergabung. Mereka juga diduga melakukan sweeping serta membawa bahan berbahaya.

Sekitar pukul 19.00 WIB, aparat kepolisian dari Brimob bergerak membubarkan massa dan berhasil memukul mundur kelompok tersebut. Tim pemadam kebakaran turut dikerahkan untuk memadamkan api agar tidak meluas.

Dampak kerusuhan tersebut cukup signifikan terhadap infrastruktur kota. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengungkapkan kerusakan berat terjadi pada fasilitas lalu lintas di simpang Balubur Tamansari.

“Kerusakan meliputi lampu APILL serta perangkat jaringan fiber optic dengan estimasi mencapai 75 persen atau sekitar Rp400 juta,” jelasnya.

Saat ini, pihak Dinas Perhubungan tengah melakukan upaya darurat agar lampu lalu lintas tetap dapat berfungsi secara terbatas sambil menyiapkan proses perbaikan melalui anggaran pemeliharaan.

Petugas kebersihan sedang membersihkan bekas pembakaran di aksi May Day


Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Namun, identitas dan motif pelaku masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Dari ciri-cirinya mengarah ke kelompok anarko, dengan pakaian serba hitam dan wajah tertutup,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa aksi tersebut tidak berkaitan dengan agenda resmi peringatan Hari Buruh di Bandung, melainkan murni tindakan perusakan.

“Tidak ada penyampaian aspirasi. Yang terjadi justru aksi perusakan fasilitas umum,” tegasnya.

Pemerintah Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh tindakan kelompok yang dapat mengganggu ketertiban umum. (kyy/red).
×
Berita Terbaru Update