![]() |
| Sekretaris Komisi I DPRD Jabar H.Memo Hermawan dari Fraksi PDIP |
Sekretaris Komisi I DPRD Jawa
Barat, Memo Hermawan, menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus
dimaknai sebagai proses perjuangan berkelanjutan yang menyesuaikan perkembangan
zaman tanpa meninggalkan jati diri bangsa Indonesia.
Menurutnya, sejarah berdirinya
Boedi Oetomo pada tahun 1908 menjadi tonggak perubahan perjuangan bangsa dari
perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomasi demi mewujudkan
kedaulatan negara yang bermartabat.
“Peringatan Harkitnas bukan sekadar
seremoni mengenang masa lalu, tetapi momentum untuk memperkuat semangat
persatuan dan kemandirian bangsa menghadapi tantangan zaman,” ujar Kang Memo
saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Selasa (19/5/2026).
Ia mengatakan, kebangkitan nasional
saat ini memiliki makna keberanian bangsa untuk keluar dari belenggu
ketertinggalan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat
daya saing di tingkat global.
Tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas
Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Tema tersebut menempatkan generasi muda sebagai kekuatan utama dalam menjaga
masa depan bangsa sekaligus memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
Politisi senior dari Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menilai tantangan bangsa kini telah bergeser
dari persoalan kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan
transformasi digital yang berkembang sangat cepat.
Karena itu, kemampuan bangsa dalam
menghasilkan karya inovatif, berkualitas, dan berdaya saing global menjadi
bentuk nyata kebangkitan nasional di era modern.
“Kita harus memperkuat solidaritas
sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan pembangunan berorientasi
pada kemajuan bersama,” kata Politisi senior PDIPerjuangan Jabar ini.
Ia juga mengajak seluruh elemen
masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, politisi hingga generasi muda,
untuk kembali menyalakan semangat “Boedi Oetomo” dalam setiap lini kehidupan.
Mengutip pesan Soekarno, yakni
“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”, Kang Memo menegaskan bahwa semangat
kebangkitan nasional harus menjadi inspirasi untuk membangun Indonesia yang
semakin kuat, mandiri, inklusif, dan berdaya saing di kancah dunia.
Menurutnya, kaum muda perlu
membekali diri dengan pendidikan, moral yang kuat, serta penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Momentum Harkitnas 2026 harus
menjadi panggilan bersama untuk membangun Indonesia yang lebih maju dengan
semangat gotong royong dan persatuan,” pungkasnya. (AdiP/sein).
