![]() |
| Dishub Kota Bandung bersama Polri menindak kendaraan parkir liar di pnggir Jalan |
Operasi yang berlangsung mulai
pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB itu menyasar delapan titik yang selama ini
dikenal rawan pelanggaran parkir dan kemacetan lalu lintas.
Adapun lokasi penertiban meliputi
Jalan Asia Afrika, Jalan Sudirman, Jalan Gardujati, Jalan Pasirkaliki (Paskal),
Jalan Pasteur-Djunjunan, Jalan Wastukancana, Jalan Purnawarman kawasan BEC,
serta Jalan Otto Iskandardinata (Otista).
Kepala Seksi Ketertiban
Transportasi Dishub Kota Bandung, Ulloh Abdulloh, mengatakan operasi gabungan
dilakukan sebagai upaya penegakan aturan terhadap kendaraan yang parkir
sembarangan dan mengganggu arus lalu lintas.
“Sesuai tupoksi kami, yaitu
penertiban parkir liar di ruas jalan. Terutama parkir di trotoar, parkir di
bawah rambu larangan, ataupun parkir di bahu jalan,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, petugas
menindak puluhan kendaraan dengan berbagai jenis sanksi. Sebanyak sembilan
sepeda motor diangkut menggunakan kendaraan derek, 14 kendaraan dikenai tilang
manual oleh kepolisian, dan 25 kendaraan lainnya ditindak melalui tilang
elektronik menggunakan perangkat hand held.
“Tilang elektronik langsung jadi,
ditempel di kendaraannya,” kata Ulloh.
Menurutnya, kawasan Jalan Pasteur-Djunjunan dan Jalan Purnawarman menjadi titik yang paling mendapat perhatian karena tingkat kepadatan kendaraan cukup tinggi, khususnya saat akhir pekan.

Dishub Kota Bandung bersama Polri menindak kendaraan parkir liar di pnggir Jalan
Selain parkir liar, Dishub juga
menyoroti aktivitas kendaraan travel yang kerap menaikkan dan menurunkan
penumpang di bahu jalan sehingga memicu antrean kendaraan dan kemacetan.
“Imbauannya kepada travel, silakan
menaikkan dan menurunkan penumpang. Tetapi kalau terlalu lama di bahu jalan, lebih
baik masuk ke garasi atau pool-nya, jangan sampai di pinggir jalan,” ujarnya.
Ulloh menambahkan, arus kendaraan
di Kota Bandung pada akhir pekan cenderung meningkat seiring tingginya
mobilitas masyarakat dari luar kota maupun warga yang beraktivitas di pusat
kota.
“Apalagi di jalan-jalan krusial
yang rawan macet seperti Pasteur. Di hari weekend ini banyak kendaraan yang
masuk maupun keluar Kota Bandung, sehingga bisa menyebabkan kepadatan lalu
lintas,” tuturnya.
Melalui operasi Simdek, Dishub Kota
Bandung berharap kesadaran masyarakat terhadap aturan parkir semakin meningkat
sehingga ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan dapat terus terjaga.
(ray/red).
