Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Bandung Kaji Teknologi Autothermix untuk Solusi Pengolahan Sampah

Jumat, 08 Mei 2026 | 15:37 WIB Last Updated 2026-05-08T08:37:29Z
Klik
Pengelolaan sampah 


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mengkaji penggunaan teknologi pengolahan sampah berbasis autothermix sebagai salah satu alternatif penanganan persoalan sampah di Kota Bandung.

Kajian tersebut dilakukan setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung meninjau langsung prototipe teknologi pengolahan sampah milik PT Tohaan Renewable Energy Engineering, Kamis (7/5/2026).

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, kunjungan itu bertujuan melihat secara langsung mekanisme kerja teknologi sekaligus menilai potensi pengembangannya untuk diterapkan di Kota Bandung.

“Pak Sekda melihat salah satu inovasi pengolahan dan pemusnahan sampah menggunakan autothermix. Saat ini prototipenya berkapasitas 1 ton per hari, namun harapannya bisa dikembangkan hingga 50 ton per hari,” ujar Salman.

Menurut Salman, Pemkot Bandung masih akan melakukan kajian mendalam sebelum menentukan langkah lanjutan terkait kemungkinan penerapan teknologi tersebut.

Kajian tersebut mencakup aspek teknis penggunaan teknologi, skema kerja sama, kesiapan lokasi, hingga dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan.

“Kami akan kaji lebih dalam, baik dari sisi penggunaan teknologinya, skema kerja samanya, lokasi, dan hal-hal teknis lainnya. Nanti hasilnya akan dilaporkan kepada Pak Sekda,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Tohaan Renewable Energy Engineering, Budi Permana menjelaskan, teknologi autothermix yang dikembangkan menggunakan proses termal dengan konsep minim oksigen dalam pengolahan sampah.

Menurutnya, metode tersebut berbeda dengan sistem pembakaran konvensional karena lebih menitikberatkan pada proses peluruhan material sampah melalui pengaturan suhu dan kadar oksigen tertentu.

“Konsepnya menggunakan minim oksigen dengan proses termal tertentu sehingga sampah mengalami peluruhan,” ujar Budi.

Sekdakot Bandung Iskandar Zulkarnain  melihat hasil pengelolaan sampah


Ia menjelaskan, perangkat yang saat ini diuji masih berupa prototipe dengan kapasitas pengolahan sekitar 1 ton sampah per hari. Namun ke depan, teknologi tersebut dirancang agar mampu ditingkatkan hingga kapasitas yang lebih besar.

Budi menambahkan, versi awal perangkat autothermix telah beroperasi sejak Desember 2023 di Kabupaten Serang dan kini terus disempurnakan untuk meningkatkan efektivitas pengolahan.

“Versi pertama perangkat kami sudah beroperasi sejak Desember 2023 di Kabupaten Serang. Sekarang yang dilakukan adalah penyempurnaan,” katanya.

Menurutnya, teknologi tersebut dikembangkan oleh tenaga ahli lokal dan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi alternatif dalam penanganan persoalan sampah perkotaan.

Pemkot Bandung menegaskan, peninjauan teknologi autothermix merupakan bagian dari upaya pemerintah mencari berbagai solusi pengelolaan sampah yang efektif dengan tetap memperhatikan regulasi, aspek teknis, serta keberlanjutan lingkungan. (ray/red).

×
Berita Terbaru Update