Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Penataan PKL Cicadas, Pemkot Bandung Kedepankan Pendekatan Humanis dan Solusi Bersama

Senin, 18 Mei 2026 | 21:28 WIB Last Updated 2026-05-18T14:28:46Z
Klik
Satpol PP Kota bandung sedang melakukan pembongkran bangunan liar/ PKL


 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota Bandung menegaskan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dilakukan dengan pendekatan humanis melalui kolaborasi lintas sektor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan kota yang tertib, nyaman, dan mendukung pengembangan transportasi publik.

Wali Kota Muhammad Farhan mengatakan, sinergi antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat selama ini telah berjalan baik, termasuk dalam penataan PKL di kawasan Cicadas yang nantinya akan menjadi jalur lintasan Bus Rapid Transit (BRT).

“Sebelumnya kita sudah menertibkan PKL di kawasan Cicadas. Pemprov Jabar tentu mendukung karena BRT merupakan proyek bersama,” kata Farhan, Senin (18/5/2026).

Menurut Farhan, penataan kawasan tidak hanya berfokus pada penertiban, tetapi juga memikirkan keberlangsungan usaha para pedagang yang terdampak. Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan solusi bersama melalui dialog dan pendekatan persuasif.

“Pemerintah tentu hadir untuk bersama-sama mencarikan solusi terbaik. Bukan hanya pemerintah yang mencari solusi, tetapi juga bersama para PKL,” ujarnya.

Ia berharap para pedagang dan masyarakat dapat ikut menjaga ketertiban serta keindahan Kota Bandung sebagai kota jasa dan destinasi wisata di Jawa Barat.

“Kota Bandung sangat bergantung pada kunjungan wisatawan. Karena itu kita ingin kota ini tertib dan indah agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali datang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan, kawasan Cicadas menjadi prioritas penataan karena Jalan Ahmad Yani akan difungsikan sebagai jalur utama BRT.

Menurutnya, proses penataan saat ini masih mengedepankan pendekatan persuasif melalui komunikasi dengan koordinator dan para pedagang.

“Kita sekarang sedang melakukan pendekatan kepada koordinator. Bagaimanapun Jalan Ahmad Yani yang menjadi lokasi Cicadas Market akan menjadi lokus BRT juga. Pasti nantinya akan kita tertibkan,” katanya.

Bambang menuturkan, Satpol PP terus menggandeng berbagai pihak dalam proses penataan kawasan, mulai dari kewilayahan, Satgas PKL, hingga Dinas Koperasi dan UKM agar penataan berjalan lebih tertib dan manusiawi.

“Kita tetap melakukan edukasi, pendekatan, kerja sama dengan KUKM dan Satgas PKL agar penataan kota ini benar-benar nyaman untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sikap kooperatif para PKL yang dinilai mendukung proses penataan kawasan. Dukungan masyarakat, mulai dari RT, RW, tokoh warga hingga pedagang, dinilai menjadi faktor penting keberhasilan penataan kota.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, H. R. Budhi Rukmana memastikan pihaknya akan terus mendampingi para PKL yang terdampak penataan agar tetap dapat menjalankan usaha.

“Tugas kami membina dan memberdayakan PKL, termasuk relokasi dan edukasi. Harapannya para PKL bisa berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri dan tertib aturan,” ucapnya.

Melalui pendekatan kolaboratif dan solusi berkelanjutan, Pemkot Bandung berharap penataan PKL tidak hanya menciptakan ketertiban kota, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas usaha para pedagang secara lebih baik. (*/red).

×
Berita Terbaru Update