![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan saat meluncurkan Bangbara untuk kesehatan masyarakat |
Diluncurkan perdana di Kecamatan
Ujungberung, layanan hasil kolaborasi Kecamatan Ujungberung, Dinas Kesehatan
Kota Bandung, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) ini
menjadi ruang aman bagi warga yang membutuhkan pendampingan psikologis, mulai
dari persoalan stres, kesedihan berkepanjangan, hingga depresi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
mengatakan Bangbara hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan
kesehatan mental yang semakin mendesak. Warga yang ingin berkonsultasi atau
sekadar berbagi cerita dapat mengakses layanan tersebut di Kecamatan Ujungberung.
“Bangbara disiapkan sebagai ruang konseling bagi warga yang mengalami tekanan psikologis, membutuhkan teman bicara, maupun pendampingan profesional,” ujar Farhan, Kamis (25/6/2026).

Peluncuran program Bangbara untuk kesehatan
Menurutnya, keberadaan layanan ini
menjadi penting mengingat tingginya kasus percobaan bunuh diri yang hampir
terjadi setiap pekan di Kota Bandung, serta meningkatnya kasus kekerasan
terhadap perempuan dan anak.
Farhan juga mengungkapkan hasil
program Cek Kesehatan Gratis tahun lalu menemukan puluhan ribu pelajar tingkat
SD hingga SMA mengalami gangguan kesehatan mental, mulai dari stres ringan
hingga depresi berat.
Untuk memperluas jangkauan layanan,
Bangbara diperkuat melalui jaringan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga),
puskesmas, kader Posyandu, serta pengurus RW. Pemkot Bandung berharap layanan
ini dapat berkembang ke seluruh kecamatan sehingga semakin banyak warga
memperoleh akses pendampingan kesehatan mental secara cepat, aman, dan
berkelanjutan. (kyy/red).
