Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker dan Huawei Perkuat Sinergi Vokasi, Siapkan SDM Unggul Hadapi Era Digital

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:25 WIB Last Updated 2026-06-23T08:25:16Z
Klik
Sekjen Kemnaker, Cris Kuntadi dan Menejer PT Huawei Tech Investment memperlihat MoU perkuat Vokasi  terhadap SDM



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama PT Huawei Tech Investment memperkuat kolaborasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) dan Huawei, Selasa (23/6/2026). Langkah ini menjadi upaya konkret menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menegaskan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepahaman yang telah dibangun sejak 2025 untuk mempercepat peningkatan kompetensi SDM di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

“Pendidikan vokasi tidak boleh berhenti di ruang kelas. Mahasiswa harus mampu mempraktikkan ilmu, memahami kebutuhan industri, dan siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kemitraan dengan Huawei menjadi salah satu langkah nyata untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Cris.

Melalui kerja sama ini, Kemnaker dan Huawei akan bersinergi dalam penyelarasan kurikulum, menghadirkan praktisi industri sebagai dosen tamu, memperluas akses pelatihan berbasis teknologi, menyediakan program magang, hingga membuka peluang campus hiring bagi mahasiswa Polteknaker.

Program Training to Trainer dari Huawei ICT Academy juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas dosen agar mampu mentransfer kompetensi digital terkini kepada mahasiswa. Upaya ini diharapkan memberikan manfaat bagi seluruh program studi, mulai dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Relasi Industri, hingga Manajemen Sumber Daya Manusia.

Kemnaker menilai investasi pada pengembangan manusia merupakan kunci utama meningkatkan daya saing bangsa. Melalui kolaborasi dengan dunia industri, lulusan pendidikan vokasi diharapkan tidak hanya siap memasuki pasar kerja, tetapi juga memiliki kesempatan berkembang, bekerja secara bermartabat, dan mampu menjawab tantangan transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045. (*/red).

×
Berita Terbaru Update