Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Gandeng IJTI Siapkan Jurnalis Kampus Hadapi Era AI dan Disrupsi Digital

Kamis, 04 Juni 2026 | 23:27 WIB Last Updated 2026-06-04T16:27:38Z
Klik
Sekjen Kemnaker Cris Kuntandi


JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) memperkuat kolaborasi strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan besar dunia kerja akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi dan Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Kolaborasi yang berlaku selama tiga tahun itu mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan literasi ketenagakerjaan, pemanfaatan sarana dan prasarana, hingga penguatan kompetensi generasi muda khususnya jurnalis kampus dalam menghadapi transformasi digital berbasis AI.

Sekjen Kemnaker, Cris Kuntadi mengatakan, perkembangan teknologi saat ini telah mengubah cara masyarakat bekerja, belajar, dan mengakses informasi. Karena itu, peningkatan kompetensi SDM menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Fokus utama kerja sama ini adalah menyiapkan generasi muda, khususnya jurnalis kampus, agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi termasuk pemanfaatan AI,” ujar Cris.

Menurutnya, media massa memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi ketenagakerjaan yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.

Karena itu, kerja sama dengan IJTI tidak hanya diarahkan untuk memperkuat publikasi program-program ketenagakerjaan, tetapi juga membangun generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan melek teknologi.

“Kami ingin memperkuat edukasi ketenagakerjaan melalui publikasi yang informatif sekaligus meningkatkan kemampuan generasi muda agar siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berubah,” katanya.

Cris menilai disrupsi digital dan perkembangan AI merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Banyak jenis pekerjaan mengalami perubahan pola kerja bahkan muncul profesi-profesi baru yang sebelumnya tidak pernah ada.

Karena itu, menurutnya, upaya upskilling dan reskilling harus dilakukan secara berkelanjutan agar angkatan kerja Indonesia tetap kompetitif di era global.

“Kami di Kemnaker melihat bahwa disrupsi digital harus dihadapi dengan kesiapan kompetensi. Kolaborasi dengan IJTI ini sangat strategis untuk melakukan peningkatan keterampilan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Secara historis, dunia jurnalistik Indonesia telah mengalami berbagai fase perubahan besar. Mulai dari era media cetak, radio, televisi, hingga transformasi digital yang kini berkembang menuju era kecerdasan buatan.

Sekjen Kemnaker, Cris Kuntadi dan Ketum IJTI, Herik Kurniawan memperlihatkan MoU 



Sekjen Kemnaker, Cris Kuntadi dan Ketum IJTI, Herik Kurniawan memperlihatkan MoU di Kantor Dewan Pers

Di tengah perubahan tersebut, jurnalis dituntut tidak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga memahami teknologi, verifikasi data, etika digital, hingga pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.

Karena itu, keterlibatan jurnalis kampus dalam program pengembangan kompetensi dinilai menjadi investasi penting untuk melahirkan insan media masa depan yang profesional dan adaptif terhadap teknologi.

Cris menambahkan, Kemnaker saat ini juga terus memperkuat ekosistem layanan ketenagakerjaan melalui platform SiapKerja yang menyediakan berbagai layanan mulai dari pelatihan kompetensi, penempatan tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan hingga perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Melalui kerja sama dengan IJTI, informasi mengenai layanan tersebut diharapkan semakin mudah diakses oleh mahasiswa dan masyarakat luas.

“Mahasiswa tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga agen perubahan yang mampu mendorong terciptanya masyarakat yang produktif, adaptif, dan berdaya saing,” pungkasnya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update