Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kultura Persib di Braga, Menyusuri Jejak Cinta Bobotoh dalam Ruang Seni dan Sejarah

Minggu, 07 Juni 2026 | 22:09 WIB Last Updated 2026-06-07T15:09:07Z
Klik
Kultura Persib di Grey Art Gallery jalan Braga No 47 Kota Bandung



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Persib Bandung tidak hanya hidup di lapangan hijau. Klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu juga tumbuh dalam ingatan, cerita, dan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi. Semangat itulah yang dihadirkan dalam pameran seni bertajuk Kultura Persib di Grey Art Gallery, Jalan Braga No. 47, Kota Bandung.

Dibuka untuk publik mulai 9 Juni hingga 10 September 2026, pameran ini menjadi ruang pertemuan antara seni, sejarah, dan kecintaan Bobotoh terhadap Persib. Sebanyak 70 kontributor terlibat menampilkan 95 karya dan koleksi yang merekam perjalanan panjang klub berjuluk Maung Bandung tersebut.

Kurator Grey Art Gallery, Angga Aditya Atmadilaga, mengatakan pameran ini lahir dari keresahan para seniman yang selama ini menjadikan Persib sebagai sumber inspirasi, namun belum memiliki ruang khusus untuk mengekspresikannya.

"Persib bukan sekadar klub sepak bola. Bagi banyak orang, Persib adalah bagian dari kehidupan yang membentuk memori, identitas, dan pengalaman kolektif masyarakat Bandung," ujarnya.

Mengusung nama Kultura Persib, pameran ini tidak hanya menghadirkan karya seni rupa, tetapi juga menampilkan berbagai bentuk budaya visual yang tumbuh bersama perjalanan Persib. Mulai dari mural, instalasi seni, arsip sejarah, dokumentasi fotografi, hingga koleksi buku dan memorabilia yang merekam jejak klub sejak masa lalu hingga sekarang.

Berbeda dari pameran seni pada umumnya, sebagian besar karya yang ditampilkan lahir dari pengalaman personal para Bobotoh. Kisah-kisah sederhana yang hidup di tengah masyarakat justru menjadi narasi utama yang memperkuat identitas pameran.

Salah satu karya yang menarik perhatian menggambarkan kecintaan terhadap Persib yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya. Ada pula mural yang mengabadikan suasana era 1990-an ketika para pendukung rela memanjat pohon demi menyaksikan pertandingan Persib secara langsung.

"Banyak karya yang sangat personal, tetapi pada saat yang sama menjadi pengalaman bersama bagi masyarakat Bandung. Di situlah kekuatan budaya Persib berada," kata Angga.

Pameran ini juga menghadirkan sejumlah artefak penting yang merekam sejarah Persib. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah karya patung seniman Iwong yang memberikan penghormatan kepada empat tokoh penting dalam perjalanan klub, yakni Indra Thohir, H. Umuh Muchtar, Jajang Nurjaman, dan Bojan Hodak.

Kultura Persib di Grey Art Gallery jalan Braga No 47 Kota Bandung



Pengunjung akan diajak menyusuri lima area pameran yang terdiri atas ruang teater, stone chamber, wood chamber, galeri utama, dan area lantai dua. Di bagian depan galeri, tersaji infografis perjalanan sejarah Persib lengkap dengan berbagai pencapaian dan gelar yang pernah diraih.

Sementara itu, lantai atas menjadi ruang yang dipenuhi arsip, dokumentasi, dan karya yang dikirimkan langsung oleh masyarakat. Kehadiran karya-karya tersebut memperlihatkan bahwa sejarah Persib tidak hanya ditulis oleh klub, tetapi juga oleh para pendukungnya.

Lebih dari sekadar pameran, Kultura Persib menjadi refleksi tentang bagaimana sebuah klub sepak bola mampu menjelma menjadi identitas budaya sebuah kota. Persib hadir bukan hanya sebagai tim yang bertanding di stadion, melainkan simbol kebanggaan yang menyatukan berbagai generasi warga Bandung.

Melalui pameran ini, Grey Art Gallery mengajak masyarakat melihat Persib dari perspektif yang lebih luas: sebagai warisan budaya yang hidup, tumbuh, dan terus diwariskan melalui cerita, kenangan, dan karya seni.

Pameran Kultura Persib dapat dikunjungi setiap hari dengan tiket masuk Rp25.000 pada hari kerja dan Rp35.000 pada akhir pekan. Pengunjung diperbolehkan mendokumentasikan karya melalui foto, dengan tetap menjaga koleksi arsip, jersey, dan karya seni yang dipamerkan. (ziz/red).

×
Berita Terbaru Update