![]() |
| Kultura Persib di Grey Art Gallery jalan Braga No 47 Kota Bandung |
Dibuka untuk publik mulai 9 Juni
hingga 10 September 2026, pameran ini menjadi ruang pertemuan antara seni,
sejarah, dan kecintaan Bobotoh terhadap Persib. Sebanyak 70 kontributor
terlibat menampilkan 95 karya dan koleksi yang merekam perjalanan panjang klub
berjuluk Maung Bandung tersebut.
Kurator Grey Art Gallery, Angga
Aditya Atmadilaga, mengatakan pameran ini lahir dari keresahan para seniman
yang selama ini menjadikan Persib sebagai sumber inspirasi, namun belum
memiliki ruang khusus untuk mengekspresikannya.
"Persib bukan sekadar klub
sepak bola. Bagi banyak orang, Persib adalah bagian dari kehidupan yang
membentuk memori, identitas, dan pengalaman kolektif masyarakat Bandung,"
ujarnya.
Mengusung nama Kultura Persib, pameran
ini tidak hanya menghadirkan karya seni rupa, tetapi juga menampilkan berbagai
bentuk budaya visual yang tumbuh bersama perjalanan Persib. Mulai dari mural,
instalasi seni, arsip sejarah, dokumentasi fotografi, hingga koleksi buku dan
memorabilia yang merekam jejak klub sejak masa lalu hingga sekarang.
Berbeda dari pameran seni pada
umumnya, sebagian besar karya yang ditampilkan lahir dari pengalaman personal
para Bobotoh. Kisah-kisah sederhana yang hidup di tengah masyarakat justru
menjadi narasi utama yang memperkuat identitas pameran.
Salah satu karya yang menarik
perhatian menggambarkan kecintaan terhadap Persib yang diwariskan dari orang
tua kepada anaknya. Ada pula mural yang mengabadikan suasana era 1990-an ketika
para pendukung rela memanjat pohon demi menyaksikan pertandingan Persib secara
langsung.
"Banyak karya yang sangat
personal, tetapi pada saat yang sama menjadi pengalaman bersama bagi masyarakat
Bandung. Di situlah kekuatan budaya Persib berada," kata Angga.
Pameran ini juga menghadirkan sejumlah artefak penting yang merekam sejarah Persib. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah karya patung seniman Iwong yang memberikan penghormatan kepada empat tokoh penting dalam perjalanan klub, yakni Indra Thohir, H. Umuh Muchtar, Jajang Nurjaman, dan Bojan Hodak.
![]() |
| Kultura Persib di Grey Art Gallery jalan Braga No 47 Kota Bandung |
Pengunjung akan diajak menyusuri
lima area pameran yang terdiri atas ruang teater, stone chamber, wood chamber,
galeri utama, dan area lantai dua. Di bagian depan galeri, tersaji infografis
perjalanan sejarah Persib lengkap dengan berbagai pencapaian dan gelar yang
pernah diraih.
Sementara itu, lantai atas menjadi
ruang yang dipenuhi arsip, dokumentasi, dan karya yang dikirimkan langsung oleh
masyarakat. Kehadiran karya-karya tersebut memperlihatkan bahwa sejarah Persib
tidak hanya ditulis oleh klub, tetapi juga oleh para pendukungnya.
Lebih dari sekadar pameran, Kultura
Persib menjadi refleksi tentang bagaimana sebuah klub sepak bola mampu menjelma
menjadi identitas budaya sebuah kota. Persib hadir bukan hanya sebagai tim yang
bertanding di stadion, melainkan simbol kebanggaan yang menyatukan berbagai
generasi warga Bandung.
Melalui pameran ini, Grey Art
Gallery mengajak masyarakat melihat Persib dari perspektif yang lebih luas:
sebagai warisan budaya yang hidup, tumbuh, dan terus diwariskan melalui cerita,
kenangan, dan karya seni.
Pameran Kultura Persib dapat
dikunjungi setiap hari dengan tiket masuk Rp25.000 pada hari kerja dan Rp35.000
pada akhir pekan. Pengunjung diperbolehkan mendokumentasikan karya melalui
foto, dengan tetap menjaga koleksi arsip, jersey, dan karya seni yang
dipamerkan. (ziz/red).

